
Ilustrasi berbuat jahat ke orang lain
Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang dibangun di atas kasih sayang dan keadilan, bukan kekerasan. Allah SWT menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107). Ayat ini menunjukkan bahwa esensi ajaran Islam adalah membawa kedamaian, perlindungan, dan kebaikan bagi seluruh makhluk, sehingga segala bentuk kekerasan yang dilakukan atas nama Islam sejatinya bertentangan dengan tujuan utama risalah Nabi.
Al-Qur’an juga melarang tindakan melampaui batas dan berbuat aniaya. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190). Kekerasan yang menyasar orang tak bersalah, merusak, atau dilakukan karena hawa nafsu jelas termasuk perbuatan zalim. Islam mengajarkan penegakan keadilan dengan aturan dan akhlak yang luhur, bukan dengan amarah dan kebrutalan.
Rasulullah ﷺ memberi teladan nyata dalam menolak kekerasan. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa beliau tidak pernah memukul istri, anak, maupun pembantunya. Bahkan Nabi ﷺ bersabda, “Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kekuatan sejati dalam Islam adalah pengendalian diri, bukan kekerasan fisik atau verbal.
Lebih jauh, Islam memerintahkan kelembutan dalam berdakwah dan bermuamalah. Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa dan Harun saat menghadapi Fir’aun, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut…” (QS. Thaha: 44). Jika kepada penguasa zalim saja diperintahkan bersikap lembut, maka terlebih kepada sesama manusia. Dengan demikian, kekerasan bukanlah ajaran Islam, melainkan penyimpangan dari nilai rahmat, akhlak mulia, dan keadilan yang diajarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi.
TAGS : kekerasan bukan Islam larangan kekerasan dalam Islam