
Ilustrasi Menjaga lisan (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, lisan memiliki peran yang sangat besar dan berpengaruh terhadap keselamatan aqidah seseorang. Ucapan yang tidak tepat, meski diucapkan tanpa niat buruk, dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam perkara iman dan keyakinan. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70). Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim diperintahkan untuk berkata lurus dan benar, terutama dalam urusan agama.
Rasulullah ﷺ juga memperingatkan bahaya ucapan yang tidak terjaga. Dalam sebuah hadis beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap biasa saja, namun karenanya ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa perkataan yang tampak sepele bisa membawa dampak besar apabila menyentuh perkara aqidah dan kebenaran.
Al-Qur’an juga menekankan pentingnya ilmu sebagai pelindung dari kesesatan dalam ucapan dan keyakinan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra’: 36). Ayat ini menjadi dalil bahwa berbicara tanpa ilmu, terlebih dalam perkara agama, sangat berbahaya dan dapat menyesatkan diri sendiri maupun orang lain.
Oleh karena itu, setiap muslim wajib berhati-hati dalam bertutur kata dan terus menuntut ilmu syar’i agar lisan tetap terjaga. Menuntut ilmu akan membimbing seseorang untuk memahami batasan ucapan yang benar dan yang keliru, sehingga terhindar dari perkataan yang merusak aqidah. Dengan lisan yang terjaga dan ilmu yang terus bertambah, seorang muslim akan lebih dekat kepada keselamatan dunia dan akhirat.