KEISLAMAN

Inilah Sifat Dasar Laki-laki Menurut Psikologi Islam

Yahya Sukamdani| Rabu, 24/12/2025
Psikologi Islam memandang sifat dasar laki-laki bukan sekadar karakter biologis, tetapi amanah besar yang diikat oleh tanggung jawab spiritual, sosial, dan moral sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ. Ilustrasi laki - laki dalam Islam

Terasmuslim.com - Dalam perspektif psikologi Islam, sifat dasar laki-laki pertama yang paling menonjol adalah tanggung jawab dan kepemimpinan. Islam menetapkan laki-laki sebagai qawwam (pemimpin dan penanggung jawab) dalam keluarga. Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS. An-Nisa: 34). Ayat ini menunjukkan bahwa kepemimpinan laki-laki bukan bentuk keistimewaan mutlak, melainkan amanah yang menuntut keadilan, kerja keras, dan pengorbanan.

Sifat dasar berikutnya adalah keteguhan dan kekuatan jiwa dalam menghadapi tekanan hidup. Psikologi Islam memandang laki-laki cenderung diarahkan untuk kuat secara mental dan emosional agar mampu melindungi serta menafkahi. Rasulullah ﷺ bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim). Kekuatan yang dimaksud bukan hanya fisik, tetapi juga kekuatan iman, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan emosi dalam kondisi sulit.

Selain itu, laki-laki memiliki sifat rasional dan orientasi pada solusi. Dalam Islam, akal adalah anugerah besar yang harus digunakan untuk menimbang keputusan dengan hikmah. Al-Qur’an berulang kali memerintahkan manusia untuk berpikir dan menggunakan akalnya, seperti dalam firman Allah: “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar-Ra’d: 3). Psikologi Islam menempatkan sifat rasional ini sebagai sarana agar laki-laki mampu mengambil keputusan yang adil, tidak tergesa-gesa, dan bertanggung jawab.

Namun, Islam juga menegaskan bahwa sifat dasar laki-laki harus diimbangi dengan kelembutan dan kasih sayang. Rasulullah ﷺ adalah teladan utama; meski beliau seorang pemimpin dan panglima, beliau tetap lembut terhadap keluarga dan umatnya. Beliau bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku” (HR. Tirmidzi). Hal ini menunjukkan bahwa psikologi Islam tidak membentuk laki-laki yang keras tanpa empati, melainkan pribadi seimbang antara ketegasan, tanggung jawab, dan kasih sayang.

Baca juga :
TAGS : psikologi Islam laki-laki dalam Islam

Terkini