
Ilustrasi foto Islam dan Al quran
Terasmuslim.com - Iblis adalah musuh manusia yang sangat berpengalaman dalam menyesatkan, bahkan terhadap orang yang telah belajar agama. Allah berfirman, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Fathir: 6). Salah satu tipu dayanya yang paling halus adalah mengalihkan fokus seorang Muslim pada amalan sunnah, sementara kewajiban justru ditinggalkan atau diremehkan. Padahal, dalam Islam, amalan wajib memiliki kedudukan paling utama dan tidak boleh dikalahkan oleh amalan sunnah apa pun.
Rasulullah ﷺ menegaskan keutamaan amal wajib dalam hadits qudsi: “Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya” (HR. Bukhari). Hadits ini menunjukkan bahwa amalan wajib adalah fondasi agama. Iblis memanfaatkan semangat beragama seseorang dengan membisikkan bahwa memperbanyak sunnah sudah cukup, sehingga shalat wajib dikerjakan dengan tergesa-gesa, amanah ditinggalkan, atau hak keluarga dan pekerjaan dilalaikan.
Para ulama mengingatkan bahwa mendahulukan sunnah hingga menabrak kewajiban merupakan bentuk kesalahan dalam memahami agama. Kaidah fiqih menyebutkan, “Al-wajibat muqaddamah ‘ala an-nawafil” (kewajiban harus didahulukan daripada sunnah). Allah berfirman, “Peliharalah semua shalat dan shalat wustha” (QS. Al-Baqarah: 238), sebagai penegasan bahwa kewajiban harus dijaga dengan penuh perhatian, bukan sekadar formalitas.
Karena itu, seorang Muslim dituntut untuk bersikap seimbang dan berilmu dalam beramal. Sunnah adalah penyempurna dan penambah pahala, bukan pengganti kewajiban. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak akan diterima amal sunnah selama amal wajib disia-siakan.” Dengan memahami urutan amal yang benar, seorang hamba dapat selamat dari tipu daya Iblis dan meniti jalan lurus yang diridhai Allah, sebagaimana doa yang selalu kita panjatkan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al-Fatihah: 6).
TAGS : tipu daya iblis prioritas ibadah dalam Islam