KEISLAMAN

Makan Enak tapi Tanpa Berkah, Peringatan dalam Islam

Yahya Sukamdani| Rabu, 26/11/2025
Makanan yang lezat belum tentu membawa keberkahan. Ilustrasi berdoa sebelum makan (Foto: Pexels/Sami Abdullah)

Terasmuslim.com - Dalam Islam, keberkahan makanan tidak diukur dari rasa enaknya, melainkan dari bagaimana cara memperolehnya dan bagaimana hati seseorang saat menikmatinya. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an, “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik (halal) dan kerjakanlah amal saleh.” (QS. Al-Mu’minun: 51). Ayat ini menegaskan bahwa makanan yang baik bukan hanya lezat, tetapi juga halal dan diperoleh dengan cara yang benar.

Rasulullah SAW juga menyampaikan bahwa doa seseorang bisa terhalang akibat makanan haram atau tidak berkah. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda tentang seorang lelaki yang berdoa namun makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram, maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan? Ini menunjukkan bahwa makanan yang masuk ke tubuh sangat memengaruhi spiritualitas dan keberkahan hidup.

Keberkahan hilang ketika makanan diperoleh dengan cara yang tidak jujur, seperti korupsi, manipulasi, riba, atau mengambil hak orang lain. Meskipun terlihat enak dan mewah, makanan seperti ini justru membawa kehampaan dan menjauhkan seseorang dari pertolongan Allah. Ulama menjelaskan bahwa makanan haram dapat mengeraskan hati dan menghilangkan rasa syukur.

Bahkan makanan halal sekalipun bisa kehilangan keberkahannya jika dimakan dengan cara yang tidak sesuai sunnah, seperti berlebihan, tidak dimulai dengan basmalah, atau disertai sifat sombong. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya.” (HR. Tirmidzi). Sikap berlebihan dapat menghilangkan keberkahan sekaligus merusak kesehatan.

Baca juga :

Untuk mendapatkan berkah, Islam mengajarkan adab-adab makan: memulai dengan basmalah, makan dengan tangan kanan, tidak berlebih-lebihan, serta selalu bersyukur. Selain itu, memastikan sumber rezeki halal adalah kunci utama. Makanan sederhana namun halal dan penuh syukur jauh lebih berkah dan menenangkan hati.

Dengan demikian, makan enak tanpa berkah adalah peringatan agar setiap hamba memperhatikan sumber rezekinya dan menjaga adab makan sesuai tuntunan syariat. Keberkahan bukan terletak pada rasa, tetapi pada kehalalan, kejujuran, dan hati yang bersyukur.

TAGS : makan tidak berkah makanan haram rezeki halal

Terkini