
Ilustrasi mandi
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, mandi junub adalah syarat sah shalat. Seseorang yang berada dalam kondisi hadas besar tidak boleh menunaikan shalat sebelum mandi wajib. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan jika kamu junub, maka bersucilah (mandilah).” (QS. Al-Ma’idah: 6).
Ayat ini menjadi dasar bahwa shalat tidak sah tanpa bersuci dari junub.
Jika seseorang lupa bahwa dirinya dalam keadaan junub lalu shalat, para ulama sepakat bahwa shalatnya tidak sah dan wajib diulang. Hal ini berdasar pada sabda Rasulullah SAW: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kesucian adalah syarat mutlak sebelum menghadap Allah.
Dalam kasus lupa, Islam tetap memberi ruang keringanan. Seseorang yang lupa junub lalu shalat tidak berdosa karena kelupaan tidak dihitung sebagai kesengajaan. Namun begitu ia ingat, ia wajib segera mandi junub lalu mengulang seluruh shalat yang telah dikerjakan dalam keadaan tidak suci. Ini sejalan dengan kaidah Nabi SAW:
“Barangsiapa tertidur atau lupa sehingga belum shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ulama menilai kaidah ini juga berlaku untuk kelalaian dalam bersuci.
Dalam literatur fikih, para ulama mencontohkan kisah sahabat Umar bin Khattab RA. Ketika Umar mengetahui ia junub setelah shalat, beliau langsung mandi dan mengulangi shalatnya. Perilaku sahabat besar ini menjadi landasan amaliyah umat dalam kasus serupa.
Penting dipahami, lupa mandi junub bukan sekadar masalah ritual, tetapi terkait kesucian lahir-batin sebelum shalat. Islam menempatkan kesucian sebagai bentuk penghormatan kepada Allah. Karena itu, meskipun kelupaan dimaafkan, kewajiban mengulang shalat tetap harus dilakukan.
Dalam kehidupan sehari-hari, lupa mandi junub bisa terjadi karena tergesa-gesa, lelah, atau kurang perhatian terhadap kondisi diri. Solusinya adalah membiasakan diri mengecek keadaan sebelum shalat, memperkuat rutinitas pagi dan malam, serta memperbanyak dzikir agar hati lebih terjaga.
Kesimpulannya, lupa mandi junub lalu shalat menyebabkan shalat tidak sah dan wajib diulang, tetapi tidak menimbulkan dosa karena dilakukan tanpa sengaja. Islam tetap memberikan keringanan namun tetap menekankan kesucian sebagai syarat utama ibadah.
TAGS : mandi junub lupa junub hukum shalat junub