KISAH

Hancurnya Ka`bah, Tanda Besar Datangnya Kiamat

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 28/10/2025
Dalam ajaran Islam, kehancuran Ka’bah disebut sebagai salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat Ilustrasi - salah satu tanda kiamat adalah hancurnya ka`bah (foto: darunnajah)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, kehancuran Ka’bah disebut sebagai salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat.

Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia dan simbol tauhid sejak zaman Nabi Ibrahim AS, kelak akan hancur di akhir zaman sebagai pertanda bahwa kehidupan dunia mendekati akhirnya.

Peristiwa ini disebutkan secara jelas dalam hadis-hadis sahih yang menggambarkan bagaimana bangunan suci tersebut akan diruntuhkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah (Ethiopia). Rasulullah SAW bersabda:

يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ
“Ka’bah akan dihancurkan oleh seorang yang berkaki kecil dan berkaki bengkok dari Habasyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga :

Hadis ini menunjukkan bahwa menjelang akhir zaman, ketika manusia mulai jauh dari agama dan tidak lagi memuliakan rumah Allah, Ka’bah akan dihancurkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah yang dikenal dengan sebutan Dzus-Suwaiqatain.

Para ulama menjelaskan bahwa kehancuran Ka’bah tidak akan terjadi selama masih ada orang yang menegakkan salat dan menjunjung tinggi syiar Islam. Artinya, peristiwa tersebut baru akan terjadi ketika iman telah lenyap dari hati manusia dan dunia telah dipenuhi dengan kemaksiatan.

Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menafsirkan bahwa Dzus-Suwaiqatain akan menghancurkan Ka’bah bukan karena permusuhan pribadi, tetapi karena hilangnya nilai kesucian rumah Allah dari hati manusia. Pada masa itu, tidak ada lagi yang beribadah di sana, sehingga Allah izinkan rumah-Nya diruntuhkan sebagai tanda akhir zaman.

Rasulullah SAW juga bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُحَجَّ إِلَى الْبَيْتِ
“Kiamat tidak akan terjadi sampai tidak ada lagi orang yang berhaji ke Baitullah (Ka’bah).” (HR. Bukhari)

Hadis ini menguatkan bahwa sebelum Ka’bah dihancurkan, ibadah haji akan berhenti terlebih dahulu. Dunia akan dipenuhi fitnah dan kezaliman, hingga akhirnya Allah mencabut iman dari manusia dan mengizinkan peristiwa besar itu terjadi.

Kehancuran Ka’bah bukan hanya peristiwa fisik, tetapi juga peringatan spiritual bagi umat Islam. Ka’bah adalah simbol tauhid dan persatuan, sehingga ketika ia hancur, itu menandakan bahwa iman dan nilai persaudaraan umat telah hilang dari bumi.

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka, dan Allah tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal [8]: 33)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa selama masih ada umat yang beristighfar dan memohon ampun kepada Allah, azab besar belum akan turun. Namun ketika manusia meninggalkan zikir, tobat, dan amal saleh, maka tanda-tanda kiamat, termasuk hancurnya Ka’bah, akan mulai bermunculan.

TAGS : Info Keislaman Kehancuran Ka`bah Hari Kiamat Rasulullah SAW

Terkini