KEISLAMAN

Keharaman Berbuat Zalim dan Perintah Mengembalikan Hak Orang yang Dizalimi dalam Islam

Yahya Sukamdani| Kamis, 23/10/2025
Islam menegakkan keadilan sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat. Ilustrasi berbuat jahat ke orang lain

Terasmuslim.com - Dalam Islam, kezaliman (zulm) adalah salah satu perbuatan yang paling dibenci oleh Allah SWT. Zalim berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya — baik dengan menindas, merampas hak, maupun merugikan orang lain. Setiap bentuk ketidakadilan, sekecil apa pun, merupakan pelanggaran terhadap prinsip utama dalam ajaran Islam: keadilan dan kasih sayang antar manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Imran ayat 57: “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Allah akan memberikan kepada mereka pahala mereka dengan sempurna; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Selain itu, dalam Surah Asy-Syura ayat 42, Allah menegaskan: “Sesungguhnya dosa hanyalah atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa alasan yang benar. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”

Dari ayat-ayat ini, jelas bahwa kezaliman bukan hanya dosa sosial, tetapi juga pelanggaran terhadap hukum Allah yang kelak akan mendapat pembalasan setimpal di akhirat.

Baca juga :

Rasulullah SAW bersabda: “Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis lain menyebutkan: “Hati-hatilah terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa doa orang yang dizalimi sangat mustajab, dan Allah sendiri akan menjadi penolong bagi mereka yang tertindas.

Islam tidak hanya melarang perbuatan zalim, tetapi juga memerintahkan agar hak orang yang dizalimi dikembalikan. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik dalam hal kehormatan atau sesuatu yang lain, hendaklah ia meminta dihalalkan darinya hari ini, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat).”

Artinya, seseorang harus menyelesaikan urusan dengan sesama manusia di dunia ini sebelum terlambat. Di akhirat nanti, keadilan ditegakkan bukan dengan uang, melainkan dengan pertukaran pahala dan dosa.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa kezaliman dapat terjadi dalam tiga bentuk:

  1. Zalim terhadap Allah dengan melakukan syirik atau melanggar perintah-Nya.
  2. Zalim terhadap sesama manusia dengan mengambil hak, menipu, atau mencederai.
  3. Zalim terhadap diri sendiri dengan berbuat dosa dan meninggalkan kebaikan.

Ketiganya wajib dihindari, namun kezaliman terhadap sesama disebut paling berat karena melibatkan hak makhluk, yang tidak akan diampuni sebelum korban dihalalkan.

TAGS : larangan berbuat zalim doa orang terzalimi

Terkini