
Ilustrasi hutang
Terasmuslim.com - Hutang sering dianggap sebagai solusi cepat untuk kebutuhan hidup, namun dalam pandangan Islam, berhutang tanpa keperluan mendesak dapat menjadi beban berat bukan hanya secara finansial, tetapi juga spiritual dan psikologis. Hutang yang tidak terkelola dapat membuat seseorang hidup dalam kegelisahan, bahkan seakan “diteror” oleh kewajibannya sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jiwa seorang mukmin akan tergantung karena hutangnya hingga hutang itu dilunasi.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjelaskan bahwa urusan hutang sangat serius hingga bisa menghambat seseorang mendapatkan ketenangan setelah meninggal dunia. Karena itu, Islam mendorong umatnya untuk berhati-hati dalam berhutang, dan segera melunasinya jika sudah mampu.
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya orang yang berhutang, apabila berbicara ia berdusta, dan apabila berjanji ia mengingkari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini bukan bermaksud menghakimi, tetapi mengingatkan bahwa tekanan dari hutang bisa membuat seseorang tergelincir ke dalam dosa — seperti berbohong atau menunda-nunda kewajiban. Itulah sebabnya Nabi ﷺ sering berdoa agar dilindungi dari lilitan hutang:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan beban hutang.”
(HR. Bukhari)
Al-Qur’an pun menegaskan pentingnya menepati janji dan tanggung jawab, termasuk dalam hal hutang:
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isra’: 34)
Hutang yang tidak disertai kesadaran untuk melunasinya bisa menimbulkan kegelisahan, rasa bersalah, bahkan menurunkan harga diri. Karena itu, Islam menganjurkan agar umatnya hidup sederhana, menjauhi gaya hidup berlebihan, dan lebih memilih kesabaran daripada berhutang tanpa kemampuan membayar.
TAGS : Gelisah hidup pandangan Islam hidup sederhana