
Ilustrasi mendoakan yang sudah meninggal
Terasmuslim.com - Dalam muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam, kehidupan dan kemuslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">matian bukanlah peristiwa acak. Setiap manusia akan dimuslim.com/mobile/tags/wafat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">wafatkan sesuai dengan kehendak Allah, dan sering kali kemuslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">matian seseorang mencerminkan kebiasaannya semasa hidup. Hal ini menjadi pengingat bahwa perilaku dan amalan sehari-hari akan menentukan bagaimana seseorang menutup hidupnya di dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap orang akan dibangkitkan sesuai dengan kebiasaannya ketika muslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">mati.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa siapa pun yang terbiasa dengan kebaikan, akan dimuslim.com/mobile/tags/wafat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">wafatkan dalam keadaan baik (husnul khatimah), sementara mereka yang terbiasa berbuat dosa dan lalai terhadap Allah dikhawatirkan meninggal dalam keadaan buruk (su’ul khatimah).
Al-Qur’an juga memberi isyarat serupa dalam Surah Ali Imran ayat 102: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu muslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">mati kecuali dalam keadaan muslim.” Ayat ini mengandung pesan agar manusia terus menjaga keimanan hingga akhir hayat, karena kemuslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">matian tidak akan menunggu kesiapan seseorang.
Kemuslim.com/mobile/tags/mati/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">matian sesuai kebiasaan bukan hanya soal amal lahiriah, tetapi juga keadaan hati. Jika seseorang terbiasa berdzikir, menjaga shalat, dan berbuat baik, maka kebiasaan itu akan menjadi penuntun di saat ajal menjemput. Sebaliknya, jika hidupnya dipenuhi kelalaian dan kesombongan, ia berisiko muslim.com/mobile/tags/wafat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">wafat dalam keadaan yang sama.
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sesungguhnya seseorang benar-benar mengerjakan amalan ahli surga, hingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal sehasta, namun catatan takdir mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka lalu masuk neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini memperingatkan agar manusia tidak merasa aman dari godaan dunia, dan terus menjaga amal hingga akhir hayat.
Karenanya, umat muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam dianjurkan untuk membiasakan diri dalam ketaatan. Amalan kecil yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan besar namun jarang dilakukan. Sebab, dari kebiasaan itulah seseorang akan muslim.com/mobile/tags/wafat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">wafat dan dibangkitkan.