
Ilustrasi Kiamat (Foto: kompas)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, Hari Kiamat atau Yaumul Qiyamah adalah peristiwa besar yang menandai akhir dari seluruh kehidupan di alam semesta.
Pada hari itu, seluruh ciptaan Allah akan mengalami kehancuran total sebelum dibangkitkan kembali untuk menghadapi hari pembalasan. Al-Qur’an menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana bumi dan langit akan hancur pada saat itu, menghadirkan pemandangan yang luar biasa dahsyat dan menakutkan.
Dalam Surah Al-Infitar ayat 1, Allah SWT berfirman:
إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ
“Apabila langit terbelah.”
Ayat ini menjadi salah satu gambaran awal tentang bagaimana struktur langit yang selama ini kokoh akan terpecah dan kehilangan keseimbangannya.
Dalam tafsir para ulama, terbelahnya langit berarti runtuhnya sistem alam semesta. Segala keteraturan yang ada, baik orbit bintang, peredaran planet, hingga cahaya matahari, akan hilang dari fungsinya.
Fenomena kehancuran langit juga dijelaskan dalam Surah Ar-Rahman ayat 37:
فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاوُ وَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
“Maka apabila langit terbelah, lalu warnanya menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.”
Ayat tersebut menggambarkan langit yang berubah warna seperti bunga mawar merah, seolah meleleh karena panas yang luar biasa. Para mufasir menjelaskan bahwa warna merah ini merupakan akibat dari kehancuran total susunan kosmos, di mana cahaya bintang dan energi langit bercampur menjadi satu pemandangan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Sementara itu, bumi juga digambarkan mengalami guncangan yang amat hebat. Dalam Surah Al-Haqqah ayat 14, Allah SWT berfirman:
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu keduanya dibenturkan sekali benturan.”
Makna dari ayat ini adalah bahwa gunung-gunung yang biasanya tegak dan kokoh akan dicabut dari tempatnya, lalu dibenturkan bersama bumi hingga hancur lebur. Tidak ada lagi bentuk daratan yang tinggi atau rendah. Semua menjadi datar tanpa bekas, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ghasyiyah yang menyebut bahwa pada hari itu bumi menjadi hamparan tanpa lekukan dan tanpa puncak.
Kiamat juga ditandai dengan peristiwa astronomis yang luar biasa. Dalam Surah At-Takwir ayat 1–2 disebutkan:
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ
“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan.”
Ayat ini menandakan bahwa matahari akan kehilangan cahayanya, seakan digulung dan dimatikan, sementara bintang-bintang jatuh dan padam dari langit. Fenomena tersebut menunjukkan berakhirnya tatanan jagat raya, di mana sumber cahaya dan kehidupan tidak lagi berfungsi.
Menurut para ulama tafsir, kehancuran ini dimulai dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Tiupan pertama menandai hancurnya seluruh alam semesta, disusul dengan tiupan kedua yang membangkitkan seluruh makhluk untuk menjalani hari perhitungan. Dalam proses itu, bumi akan mengeluarkan seluruh isi dan rahasianya, sementara langit kehilangan kekokohannya hingga terbelah dan lenyap.
Al-Qur’an juga mengisyaratkan bahwa setelah kehancuran itu, Allah SWT akan mengganti bumi dan langit dengan yang baru. Dalam Surah Ibrahim ayat 48 disebutkan:
“(Yaitu) pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.”
Para mufasir menjelaskan bahwa bumi dan langit yang baru itu bukanlah dunia seperti sekarang, melainkan alam akhirat yang diciptakan untuk kehidupan abadi. Di sanalah manusia akan menerima balasan atas seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Gambaran kehancuran bumi dan langit dalam Al-Qur’an bukan hanya menjadi peringatan tentang dahsyatnya hari akhir, tetapi juga pengingat bagi manusia tentang betapa fana kehidupan dunia. Semua yang tampak kokoh dan megah akan berakhir, dan hanya amal saleh yang akan kekal sebagai bekal menuju kehidupan selanjutnya.
Kiamat, dengan seluruh kedahsyatannya, menjadi momentum untuk merenung dan memperkuat keimanan. Sebab sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, tidak ada kekuasaan selain milik Allah SWT yang mampu memulai, memelihara, dan mengakhiri seluruh ciptaan-Nya dengan kehendak sempurna.
TAGS : Info Keislaman Bumi Langit Hari Kiamat Al-Qur`an