
Ilustrasi - fitnah dajjal (Foto: kepri.harianhaluan)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, kemunculan Dajjal digolongkan sebagai salah satu cobaan terbesar menjelang hari kiamat. Fitnah Dajjal dipercaya akan menguji iman manusia secara luar biasa.
Di tengah ancaman tersebut, para ulama menyebutkan bahwa hanya sebagian orang dengan kualitas iman dan persiapan tertentu yang akan mampu selamat dari fitnah Dajjal.
Rasulullah SAW mengingatkan umat bahwa antara masa penciptaan Nabi Adam hingga hari kiamat tidak ada ujian (fitnah) yang lebih berat daripada fitnah Dajjal. (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan betapa dahsyatnya ujian yang akan datang, sehingga dibutuhkan persiapan khusus agar seseorang dapat bertahan.
Para ulama menyebutkan sejumlah karakteristik dan amalan yang dapat menjadikan seseorang “aman” dari fitnah Dajjal:
1. Berpegang Teguh kepada Al-Qur`an dan Sunnah
Mereka yang kuat dalam keyakinan, memahami ajaran Islam dengan benar, serta menjalankan sunnah Nabi akan memiliki fondasi iman yang stabil yang tidak mudah goyah ketika ujian berat datang.
2. Membaca dan Menghafal Ayat Al-Kahfi
Salah satu hadits menyebutkan bahwa barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan dijaga dari Dajjal:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya: “Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi maka dia akan terlindungi dari Dajjal.”
Tidak hanya itu, membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat atau di malam Jumat juga dianjurkan sebagai salah satu cara perlindungan.
3. Memohon Perlindungan kepada Allah dari Fitnah Dajjal
Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar umat selalu berdoa memohon perlindungan dari berbagai jenis fitnah, termasuk Dajjal. Salah satu doa yang dikenal adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni a’udzu bika min ‘adhaabi jahannam, wa min ‘adhaabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil Masīḥid Dajjāl.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masīḥ Dajjal.” detikcom+3detikcom+3BincangSyariah+3
Doa ini sering diajarkan untuk dibaca seusai tasyahud akhir dalam shalat.
4. Menjauh dari Tempat Kemunculan Dajjal / Berlindung di Tanah Haram (Makkah & Madinah)
Dikatakan bahwa Dajjal tidak dapat memasuki dua kota suci, yaitu Makkah dan Madinah. Oleh karena itu, jika seseorang berada di wilayah tersebut saat fitnah Dajjal muncul, ia memiliki perlindungan khusus menurut sebagian riwayat.
5. Menjadi Orang yang Teguh dalam Iman di Tengah Ujian
Tidak cukup hanya membaca atau doa — tapi amal, ketakwaan, kecintaan kepada Allah, kesabaran, dan konsistensi dalam beribadah juga menjadi penopang agar iman tak mudah diguncang ketika Dajjal datang.
Fitnah Dajjal digambarkan sebagai ujian yang serba menyesatkan: dia akan membawa mukjizat-mukjizat palsu, menawarkan surga semu, menjanjikan kenikmatan dunia, bahkan memiliki kuasa luar biasa atas alam semesta (seolah-olah).
Banyak orang yang tidak berhati-hati akan tertipu olehnya. Hadis menyatakan bahwa Dajjal mampu berpindah dengan cepat seperti awan, dan kesesatannya akan menyebar luas.
Dari sabda Nabi SAW:
مَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ
“Barang siapa di antara kalian yang menjumpainya, hendaklah dia membaca permulaan Surah Al-Kahfi.”
Ini menjadi pengingat bahwa seseorang yang hanya mengandalkan dunia, harta, pangkat, atau kedudukan tanpa bekal iman dan perlindungan spiritual sangat rawan terperangkap fitnah.
TAGS : Info Keislaman Fitnah Dajjal Hari Kiamat Rasulullah SAW