
Ilustrasi - berdoa saat buka puasa (Foto: Freepik)
Jakarta Terasmuslim.com - Di kalangan umat Islam, selain puasa wajib dan syariah, dikenal juga praktik puasa nazar yakni puasa yang dijanjikan seseorang kepada Allah apabila suatu hajatnya dikabulkan.
Ketika menjalankan puasa nazar dan tiba waktu berbuka, umat dianjurkan untuk menyertakan doa buka puasa yang sesuai agar ibadah menjadi lebih bermakna.
Meskipun dalam literatur hadits tidak terdapat lafaz khusus yang secara eksplisit disebut sebagai “doa berbuka puasa nazar”, sebagian ulama menyarankan supaya berbuka dengan doa buka puasa umum yang diikuti dengan doa nazar (permohonan pribadi).
Berikut adalah lafaz doa buka puasa yang umum digunakan:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yā arhamar rāḥimīn
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pengasih di antara orang-orang yang penyayang.”
Lafaz tersebut banyak dikutip dalam buku-buku doa Islam dan sumber daring sebagai doa buka puasa yang mulia. TafsirWeb+2detikcom+2
Dalam beberapa versi doa buka puasa lainnya yang lebih singkat terdapat juga lafaz berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahaba ẓhamā’u wa ibtallatil ‘urūqu wa thabatal ajru in shā’a-llāh
Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat menjadi basah, dan pahala ditetapkan, insya Allah.”
Karena niat nazar sering disertai permohonan khusus, setelah membaca doa buka puasa, seseorang dapat menambahkan doa nazar pribadinya, memohon agar nazarnya diterima dan keinginannya dikabulkan.
Dalam praktik, sebagian muslim menyusun doa berbuka untuk puasa nazar seperti:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Allahumma laka shumnā wa ‘ala rizqika afthor’nā, Allahumma taqabbal minnā, innaka anta as-samī‘ul ‘alīm
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rezeki-Mu kami berbuka. Ya Allah, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” kumparan
Doa seperti ini dipandang sebagai penggabungan ungkapan syukur atas berbuka dan permohonan agar ibadah puasa nazar diterima.
Meski demikian, umat dianjurkan agar selalu memastikan bahwa doa yang diamalkan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah artinya tidak mengandung sifat syirik atau doa yang tidak sesuai akidah. Doa buka puasa umum adalah sunnah dan boleh digunakan sebagai bekal spiritual ketika menunaikan nazar.
Dengan menggabungkan doa buka puasa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dengan doa nazar pribadi, suasana berbuka puasa menjadi lebih penuh makna, sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar nazar diterima Allah SWT.
TAGS : Info Keislaman Puasa Nazar Doa Berbuka Puasa