
Ilustrasi foto pertengkaran
Terasmuslim.com - Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ mengingatkan bahwa kehancuran suatu umat seringkali disebabkan oleh perilaku mereka sendiri. Firman-Nya: “Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan di dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (hukuman Kami), lalu Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra: 16). Ayat ini menegaskan bahwa maksiat, kesombongan, dan hidup bermewah-mewahan tanpa iman menjadi sebab turunnya azab.
Rasulullah ﷺ juga menyebutkan tiga hal yang dapat menghancurkan umat: “Tiga perkara yang membinasakan: kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri.” (HR. Thabrani). Hadis ini mengajarkan bahwa penyakit hati seperti kikir, mengikuti hawa nafsu, dan kesombongan menjadi faktor utama kehancuran baik secara individu maupun kolektif.
Ketika umat jauh dari Al-Qur’an dan sunnah, meninggalkan amar makruf nahi munkar, serta larut dalam perpecahan, maka kehancuran semakin dekat. Sejarah kaum terdahulu menjadi pelajaran bahwa kejayaan tidak akan bertahan tanpa ketaatan kepada Allah. Karena itu, solusi agar umat selamat adalah kembali pada ajaran Islam yang lurus dengan mengedepankan keadilan, ukhuwah, dan keimanan.