
Ilustrasi Nabi Muhammad
Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, setiap manusia pada hakikatnya adalah pengikut (follower) dari sesuatu. Pertanyaannya, siapa yang kita ikuti? Al-Qur’an menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan untuk mengikuti Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana disebut dalam QS. Ali Imran ayat 31: “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Rasul), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
Mengikuti Rasulullah ﷺ berarti menjadikan sunnahnya sebagai pedoman hidup. Hal ini mencakup ibadah, akhlak, hingga muamalah sehari-hari. Namun realitasnya, banyak orang justru lebih banyak mengikuti hawa nafsu, tokoh dunia, atau tren yang bertentangan dengan nilai Islam. Padahal, menjadi pengikut selain Allah dan Rasul hanya akan menjerumuskan manusia pada kesesatan dan penyesalan.
Oleh karena itu, hukum Islam menegaskan bahwa umat seharusnya menempatkan Allah dan Rasul sebagai teladan utama. Adapun mengikuti ulama, guru, atau pemimpin boleh dilakukan selama mereka tetap berada pada jalur kebenaran yang sesuai syariat. Dengan begitu, identitas kita sebagai muslim jelas: pengikut Allah dan Rasul-Nya, bukan sekadar pengikut tren dunia.