KEISLAMAN

Mengikuti Orang Banyak dalam Berdalil, Bagaimana Pandangan Islam?

Yahya Sukamdani| Jum'at, 12/09/2025
Mayoritas bukan ukuran kebenaran. Amalan populer sekalipun harus diuji dengan Al-Qur’an dan Sunnah, agar umat terhindar dari kesesatan. Ilustrasi majelis ilmu

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali muncul anggapan bahwa kebenaran ditentukan oleh banyaknya orang yang mengikuti suatu pendapat. Namun, Islam menegaskan bahwa kebenaran tidak diukur dari jumlah pengikut, melainkan dari kesesuaian dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Mengikuti orang banyak dalam berdalil tanpa melihat dasar yang sahih justru bisa menjerumuskan pada kesesatan.

Allah telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka hanyalah berdusta."
(QS. Al-An’am: 116)

Ayat ini menjadi peringatan tegas bahwa mayoritas bukanlah tolok ukur kebenaran. Yang harus dijadikan pegangan adalah dalil dari wahyu Allah. Para ulama juga berpesan agar umat Islam berhati-hati dalam mengikuti pendapat populer, sebab bisa saja pendapat tersebut lebih dipengaruhi hawa nafsu dan budaya ketimbang syariat.

Sejarah juga mencatat bahwa para nabi dan orang-orang saleh sering kali menjadi minoritas dalam memperjuangkan kebenaran. Meski jumlah pengikutnya sedikit, mereka tetap berada di jalan yang lurus karena berpegang teguh pada wahyu.

Baca juga :

Di era sekarang, banyak contoh praktik ibadah atau amalan yang populer di masyarakat, tetapi sebenarnya lemah dalilnya. Misalnya, menganggap tanggal tertentu membawa keberuntungan atau meyakini ritual tertentu pasti mendatangkan rezeki, padahal tidak ada landasan kuat dari Al-Qur’an maupun Sunnah. Karena dianggap umum dilakukan, sebagian orang mengikutinya tanpa kritis.

Dengan demikian, Islam mengajarkan agar umat tidak hanya mengikuti arus banyak orang dalam berdalil, tetapi menimbang setiap pendapat berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para ulama yang terpercaya. Popularitas sebuah amalan bukan jaminan kebenarannya, yang benar adalah yang selaras dengan wahyu Allah.

TAGS : Orang banyak Islam Nabi saleh dalil

Terkini