KEISLAMAN

Kematian, Kepastian yang Tak Bisa Dihindari

Yahya Sukamdani| Rabu, 10/09/2025
Kematian adalah kepastian yang tidak bisa ditawar. Ilustrasi - jenazah yang sudah dimandikan (Foto: Adobe Stock)

Terasmuslim.com - Dalam kehidupan manusia, ada satu hal yang pasti dan tidak bisa dihindari, yaitu kematian. Ia adalah akhir dari perjalanan hidup di dunia, sekaligus pintu menuju fase berikutnya yang penuh misteri. Tidak ada seorang pun yang mampu memastikan kapan, di mana, dan bagaimana ajal akan menjemput. Bahkan, perbedaan status sosial, kesehatan, maupun kekayaan tidak menjadikan seseorang terbebas dari takdir ini. Kematian adalah janji Allah yang pasti, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”

Kesadaran akan kepastian kematian seharusnya menjadi pengingat bagi manusia agar tidak terbuai oleh kehidupan dunia yang fana. Banyak orang yang terjebak dalam ambisi, mengejar harta dan jabatan, namun lupa bahwa semua itu akan ditinggalkan. Pada akhirnya, hanya amal kebaikan yang akan menjadi bekal menemani perjalanan setelah mati. Inilah sebabnya, para ulama kerap menekankan pentingnya mengingat kematian sebagai cara untuk menjaga hati dari kesombongan dan kelalaian.

Fenomena manusia yang menunda taubat, mengabaikan ibadah, atau terbuai dengan kesenangan dunia, seringkali berakar dari sikap melupakan kematian. Padahal, mengingat mati bukanlah untuk menimbulkan rasa takut semata, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran agar hidup lebih bermakna. Setiap detik yang dilalui bisa menjadi kesempatan terakhir untuk berbuat baik, memperbaiki kesalahan, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam perspektif Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan abadi. Dunia hanya persinggahan, sementara akhirat adalah tempat kembali yang sejati. Oleh sebab itu, mengingat kematian berarti juga menata hidup dengan lebih hati-hati: menjaga lisan, memperbanyak amal shaleh, serta berusaha meninggalkan jejak kebaikan yang bermanfaat.

Baca juga :

Sejarah juga menunjukkan, banyak orang besar dan tokoh dunia yang akhirnya tunduk pada kepastian kematian. Tidak ada kuasa atau kekuatan apa pun yang mampu menolaknya. Kesadaran ini semestinya menjadikan manusia lebih rendah hati, tidak sombong dengan apa yang dimiliki, serta menyadari bahwa kehidupan sejatinya hanyalah titipan sementara.

Pada akhirnya, kematian adalah guru terbaik. Ia mengingatkan bahwa dunia tidak layak dijadikan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menyiapkan bekal menuju kehidupan kekal. Barang siapa yang mengingat kematian dengan benar, hidupnya akan lebih terarah dan langkahnya lebih berhati-hati. Dengan begitu, setiap perjalanan hidup akan bernilai ibadah, dan setiap akhir cerita akan berujung pada kebaikan.

TAGS : Kematian hidup Islam ibadah

Terkini