KEISLAMAN

Mintalah kepada Allah, Walaupun untuk Hal yang Terlihat Sepele

Yahya Sukamdani| Selasa, 09/09/2025
Ujub adalah penyakit hati yang membuat seseorang merasa hebat tanpa Allah. Ilustrasi foto menampakan kesombongan

Terasmuslim.com - Dalam perjalanan hidup beragama, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk memperbanyak amal ibadah, tetapi juga menjaga hati dari penyakit yang merusak nilai amal itu sendiri. Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah ujub, yaitu rasa bangga berlebihan terhadap diri sendiri karena merasa telah banyak beribadah, memiliki kelebihan, atau berhasil melakukan sesuatu tanpa menyandarkannya kepada Allah ﷻ.

Ujub berbeda dengan rasa syukur. Jika syukur mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah, maka ujub membuat seseorang merasa semua capaian itu murni hasil dari dirinya sendiri. Orang yang ujub cenderung lupa bahwa tanpa pertolongan Allah, ia tidak akan mampu melakukan apa pun. Inilah yang menjadikan ujub sangat berbahaya, karena dapat membuat seorang hamba ditinggalkan oleh Allah.

Dalam hadis, Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa tiga hal yang membinasakan manusia adalah sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub terhadap diri sendiri. Ujub dapat merusak amal ibadah sebagaimana api membakar kayu kering. Seorang ahli ibadah sekalipun, jika terjerat ujub, bisa kehilangan nilai amalnya di sisi Allah ﷻ.

Kisah Qarun dalam Al-Qur’an menjadi contoh nyata. Ia memiliki kekayaan yang luar biasa, tetapi ketika ditanya asal kekayaannya, ia menjawab dengan penuh kesombongan bahwa semua itu hasil dari ilmunya. Akibat ujub dan kesombongannya, Allah menenggelamkannya bersama harta bendanya. Hal ini menjadi pelajaran bahwa merasa hebat sendiri adalah awal dari kehancuran.

Baca juga :

Ujub juga membuat hati seseorang jauh dari rahmat Allah. Sebab, orang yang ujub merasa tidak lagi butuh bimbingan, nasihat, atau pertolongan. Ia merasa cukup dengan dirinya sendiri. Padahal, salah satu ciri hamba yang dirahmati Allah adalah kerendahan hati dan kesadaran akan kelemahannya.

Para ulama menasihati bahwa cara melawan ujub adalah dengan selalu mengingat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Jika seseorang berhasil beribadah, itu karena Allah memberi kekuatan. Jika ia berilmu, itu karena Allah memberinya pemahaman. Jika ia berhasil dalam usaha, itu semata-mata karena Allah membuka jalannya.

Menyandarkan semua kebaikan kepada Allah akan melahirkan rasa tawadhu, bukan ujub. Hati akan terjaga dari perasaan lebih baik dibanding orang lain, dan amal ibadah pun menjadi lebih tulus.

TAGS : Ujub hati Muslim amal ibadah

Terkini