
Ilustrasi foto berbisik di majelis
Terasmuslim.com - Dalam Islam, setiap perilaku seorang Muslim memiliki aturan adab yang jelas, termasuk ketika sedang bermajelis. Salah satu adab penting adalah larangan berbisik antara dua orang ketika ada orang ketiga di majelis tersebut. Rasulullah ﷺ menegaskan: “Apabila kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik tanpa melibatkan yang ketiga, karena hal itu dapat membuatnya bersedih hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Larangan ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan perasaan orang lain. Berbisik di hadapan orang ketiga dapat menimbulkan prasangka buruk, rasa terasing, atau kecurigaan, yang akhirnya mengganggu suasana ukhuwah dalam majelis. Maka, menjaga keterbukaan dan kebersamaan adalah adab yang harus dijunjung tinggi.
Selain larangan berbisik, Islam juga mengajarkan adab-adab lain dalam bermajelis, seperti duduk dengan sopan, tidak memonopoli tempat, tidak memotong pembicaraan, serta memberikan ruang bagi yang baru datang. Bahkan, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk merapatkan duduk agar tidak menyulitkan orang lain yang ingin bergabung.
Adab bermajelis juga mencerminkan akhlak seorang Muslim dalam kehidupan sosial. Dengan menjaga sikap, tutur kata, dan memperhatikan orang lain, majelis akan menjadi tempat yang penuh manfaat, bukan sumber perselisihan atau prasangka.
Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami bahwa majelis adalah ruang kebersamaan. Menjaga adab di dalamnya bukan hanya menjaga perasaan sesama manusia, tetapi juga wujud ketaatan kepada ajaran Rasulullah ﷺ.