
Ilustrasi busana muslim dan muslimah
Terasmuslim.com - Pakaian dalam Islam bukan hanya sekadar penutup tubuh, melainkan juga cerminan akhlak dan identitas seorang Muslim. Al-Qur’an menegaskan fungsi pakaian sebagai penutup aurat dan perhiasan. Allah berfirman: “Wahai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan sebagai perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik” (QS. Al-A‘raf: 26).
Adab berpakaian dalam Islam menekankan pada tiga aspek utama: menutup aurat, menjaga kesopanan, dan tidak berlebihan. Bagi laki-laki, batas aurat adalah antara pusar hingga lutut, sementara bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan menurut mayoritas ulama.
Selain menutup aurat, Islam juga menekankan kesederhanaan. Rasulullah ﷺ melarang pakaian yang menimbulkan kesombongan, baik karena harganya yang mahal maupun gaya berlebihan. Prinsip ini menjadi pengingat bahwa berpakaian bukan untuk pamer, melainkan untuk menjaga martabat.
Adab lain yang perlu diperhatikan adalah tidak menyerupai pakaian lawan jenis maupun orang kafir dalam hal yang khas pada keyakinan mereka. Hal ini bertujuan agar identitas Muslim tetap terjaga dan tidak tercampur dengan budaya yang bertentangan dengan akidah.
Meski begitu, Islam tidak menutup ruang untuk berpenampilan rapi dan indah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim). Artinya, berpakaian dengan baik justru dianjurkan selama tetap dalam batas syariat.
Dengan demikian, adab berpakaian menurut Islam adalah menjaga aurat, menghindari kesombongan, serta menampilkan kerapian yang sesuai dengan nilai takwa. Bukan semata gaya, tetapi pakaian menjadi simbol kehormatan seorang Muslim di hadapan Allah dan manusia.