
Ilustrasi orang tua membimbing anak
Terasmuslim.com - Fenomena penyimpangan orientasi seksual kian marak dibicarakan di berbagai belahan dunia, termasuk di tengah masyarakat Muslim. Dalam Islam, orientasi seksual diatur jelas sesuai fitrah manusia, yaitu hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan yang sah. Karena itu, mendidik anak agar terhindar dari penyimpangan sejak dini menjadi tanggung jawab besar orang tua dan lingkungan.
Al-Qur’an menegaskan larangan perilaku homoseksual melalui kisah kaum Nabi Luth. Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 80–81: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita. Maka kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”
Ayat tersebut menjadi dasar bahwa perilaku menyimpang dari fitrah seksual manusia dipandang sebagai dosa besar. Rasulullah ﷺ juga memperingatkan dalam hadis riwayat Ahmad, bahwa umat Islam dilarang meniru perbuatan kaum Nabi Luth, karena termasuk perbuatan terlaknat.
Dalam konteks pendidikan anak, Islam mengajarkan agar orang tua menanamkan nilai tauhid, akhlak, serta pemahaman tentang batasan pergaulan sejak dini. Mengajarkan rasa malu, membatasi akses terhadap konten negatif, serta mendampingi anak dalam penggunaan teknologi menjadi langkah penting agar mereka tidak terjerumus dalam penyimpangan.
Selain itu, membangun komunikasi yang hangat dengan anak sangat diperlukan. Anak yang merasa diperhatikan dan disayangi orang tuanya akan lebih mudah diarahkan kepada jalan yang benar. Sebaliknya, kurangnya perhatian bisa membuat anak mencari pelarian pada pergaulan yang salah.
Ulama menekankan bahwa doa orang tua juga memiliki pengaruh besar. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga doa yang mustajab tanpa keraguan: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi). Dengan doa, orang tua memohon perlindungan Allah agar anak-anaknya terjaga dari fitnah zaman, termasuk penyimpangan seksual.
Islam juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada hukuman atau penolakan, tetapi juga pada pencegahan melalui pendidikan dan dakwah yang hikmah. Lingkungan yang sehat, sekolah yang berbasis nilai Islam, dan komunitas yang peduli akan membantu generasi muda tumbuh dengan fitrah yang lurus.
Dengan demikian, menurut hukum Islam, menghindarkan anak dari penyimpangan orientasi seksual bukan hanya kewajiban orang tua, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Melalui pendidikan, doa, dan lingkungan yang benar, anak-anak dapat tumbuh sesuai fitrah yang Allah tetapkan.
TAGS : Penyimpangan seksual fitrah Islam orang tua