
Ilustrasi - bulan Safar (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah yang sering diselimuti berbagai mitos dan anggapan keliru. Di masa lalu, sebagian masyarakat menganggap bulan ini penuh kesialan, bahkan ada kepercayaan tertentu terkait hari-hari tertentu di dalamnya.
Namun, Islam datang meluruskan pemahaman tersebut dan menegaskan bahwa semua waktu adalah ciptaan Allah dan sama-sama baik untuk beribadah.
Salah satu momen yang istimewa adalah ketika hari Jumat bertepatan dengan bulan Safar. Hari Jumat sendiri dalam Islam disebut sayyidul ayyam (penghulu hari) dan sarat dengan keutamaan.
Ketika bertemu bulan Safar, ada sejumlah amalan yang jarang diketahui, namun dianjurkan untuk memperbanyaknya sebagai bentuk ibadah dan menghapus keyakinan negatif tentang bulan ini.
1. Memperbanyak Istighfar dan Doa Perlindungan
Hari Jumat adalah waktu mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, tidaklah seorang Muslim berdiri melaksanakan shalat lalu memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu,
melainkan Allah akan memberinya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Di bulan Safar, memperbanyak istighfar dan doa perlindungan menjadi sarana menghapus keyakinan buruk yang diwarisi dari tradisi jahiliyah, sekaligus memohon keselamatan dari Allah.
2. Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca Surat Al-Kahfi di hari Jumat adalah sunnah yang dianjurkan, tanpa terkecuali di bulan Safar. Keutamaannya adalah mendapatkan cahaya di antara dua Jumat. Ini sekaligus menjadi pengingat agar umat lebih fokus pada amal baik, bukan pada mitos atau anggapan sial.
3. Sedekah di Hari Jumat
Sedekah pada hari Jumat memiliki pahala yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah pada hari Jumat lebih mulia dibanding sedekah pada hari-hari lainnya." (HR. Abdur Razzaq)
Di bulan Safar, sedekah juga menjadi cara terbaik untuk menghapus rasa takut dan memperbanyak keberkahan hidup.
4. Shalat Sunnah Dhuha dan Sunnah Mutlak
Bulan Safar sering dijadikan alasan untuk berdiam diri karena mitos tertentu. Padahal, memperbanyak shalat sunnah, terutama dhuha dan sunnah mutlak di hari Jumat, menjadi bentuk pembuktian bahwa seorang Muslim menolak keyakinan sial, dan justru mengisinya dengan ibadah.
5. Memperbanyak Shalawat Nabi
Hari Jumat adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak shalawat. Rasulullah SAW bersabda:
"Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat." (HR. Abu Dawud)
Shalawat yang dibaca di bulan Safar dan bertepatan dengan Jumat menjadi penghapus mitos kesialan dan bentuk cinta kepada Nabi ﷺ.
TAGS : Info Keislaman bulan Safar hari Jumat Amalan