KEISLAMAN

Bolehkah Beribadah Menggunakan Hak Orang Lain?

Syafira Litha Handayani| Rabu, 13/08/2025
Merampas atau memakai hak orang lain adalah perbuatan maksiat dan termasuk pada perbuatan zalim, maka Islam melarang keras penganutnya melakukan hal tersebut. Ilustrasi ibadah menggunakan hak milik orang lain (FOTO: HO/IST)

TERASMUSLIM - Islam datang dengan membawa pedoman kehidupan bagi para penganutnya, termasuk aturan menunaikan hak orang lain juga telah diatur.

Merampas atau memakai hak orang lain adalah perbuatan maksiat dan termasuk pada perbuatan zalim, maka Islam melarang keras penganutnya melakukan hal tersebut.

“Selagi itu bukan milikmu jangan kau manfaatkan, jangan kau gunakan, jangan biasa berbuat jahat dari sedikit demi sedikit,” ucap Yahya Zainul Ma’arif, dikutip dari YouTube Buya Yahya

Di dalam Al-Qur’an, ada ayat-ayat yang mengingatkan manusia untuk berhati-hati bahkan menegaskan larangan untuk mengambil hak orang lain, salah satunya Q.S Al-Baqarah Ayat 188 :

Baca juga :

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْن

Artinya, "Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui."

Termasuk dalam melaksanakan ibadah, jika menggunakan hak orang lain, seperti memakai barang tanpa izin (ghosob) atau membangun fasilitas ibadah di atas tanah sengketa merupakan hal yang dilarang.

Berdasarkan Al-Qur’an, hadits, juga kesepakatan ulama, hukum merampas tanah adalah haram, maka jika telah berdiri bangunan di atas tanah tersebut, wajib hukumnya untuk dirobohkan.

Hal tersebut selaras dengan ucapan Syaikh Sholeh Al Fauzan dalam Mulakhos al-Fikhiy halaman 130 :

“jika seseorang telah mendirikan bangunan atau menanam diatas tanah rampasan wajib untuk merobohkan bangunan atau mencabut tanaman tersebut”

Ibadah tidak serta-merta diterima jika dibarengi dengan berbuat zalim kepada orang lain, karena Islam tidak hanya menekankan hubungan dengan Allah, tapi juga memperhatikan hubungan dengan sesama manusia.

(Bunga Adinda berkontribusi dalam artikel ini)

TAGS : Ibadah Hak Orang lain Zalim

Terkini