KEISLAMAN
Tata Cara Shalat Saat Terbaring di Rumah Sakit Sesuai Tuntunan Islam
Yahya Sukamdani| Rabu, 13/08/2025
Ilustrasi shalat saat sakit
Terasmuslim.com - Bagi seorang Muslim, shalat adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun, termasuk ketika sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Islam memberikan kemudahan (rukhsah) bagi orang yang tidak mampu melaksanakan shalat secara normal agar tetap dapat menunaikan ibadah tersebut sesuai kemampuannya.
Dasar Hukum Shalat dalam Keadaan Sakit
Prinsip ini berlandaskan pada firman Allah ﷻ dalam QS. At-Taghabun ayat 16: “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka sambil duduk, jika tidak mampu maka sambil berbaring, dan jika tidak mampu maka dengan isyarat.” (HR. Bukhari).
Tata Cara Shalat Ketika Terbaring
- Menghadap Kiblat
- Jika memungkinkan, pasien diarahkan posisinya agar menghadap kiblat. Jika tidak memungkinkan karena kondisi medis, arahkan sesuai kemampuan.
- Niat dan Takbiratul Ihram
- Niat dilakukan di dalam hati sesuai shalat yang akan dikerjakan. Takbiratul ihram diucapkan dengan suara pelan atau dalam hati jika tidak mampu bersuara.
- Posisi Tubuh
- Bagi pasien yang hanya bisa berbaring miring, menghadaplah ke kiblat.
- Jika hanya bisa telentang, hadapkan wajah atau pandangan ke arah kiblat jika memungkinkan.
- Gerakan Shalat dengan Isyarat
- Rukuk dan sujud dilakukan dengan menundukkan kepala, di mana sujud dibuat lebih rendah daripada rukuk.
- Jika tidak mampu menggerakkan kepala, lakukan isyarat dengan mata atau hati sambil membayangkan gerakan shalat.
- Bacaan Shalat
- Bacaan shalat dibaca seperti biasa sesuai kemampuan. Jika tidak mampu melafalkan, cukup diucapkan dalam hati.
- Wudhu atau Tayamum
- Jika mampu, lakukan wudhu. Jika tidak bisa menggunakan air, lakukan tayamum dengan debu atau media pengganti yang suci sesuai tuntunan.
Esensi dari Kemudahan Syariat
Rukhsah ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Kewajiban shalat tetap dijaga, namun cara pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan fisik. Dengan begitu, meskipun dalam kondisi sakit, seorang Muslim tetap dapat meraih pahala ibadah dan menjaga hubungan dengan Allah ﷻ.
TAGS : Shalat sakit Islam ibadah