
Ilustrasi perselisihan rumah tangga
Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, pernikahan dibangun di atas tiga pilar utama: sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Jika ketiganya goyah, rumah tangga berisiko hancur. Para ulama mengingatkan bahwa keretakan rumah tangga sering bermula dari lemahnya iman dan hilangnya akhlak dalam hubungan suami-istri.
Salah satu faktor utama adalah hilangnya takwa. Ketika pasangan tidak lagi menempatkan Allah sebagai pengawas, kebohongan, pengkhianatan, dan perlakuan zalim mudah terjadi.
Faktor berikutnya adalah lalai menjalankan kewajiban. Dalam Islam, suami berkewajiban memberi nafkah lahir dan batin, sementara istri menjaga kehormatan diri dan ketaatan pada hal yang ma’ruf. Mengabaikan peran ini menjadi pemicu utama perselisihan, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 34–35.
Perselingkuhan juga menjadi penyebab besar runtuhnya rumah tangga. Islam memandang zina sebagai dosa besar, baik dilakukan secara fisik maupun hati. Hilangnya kepercayaan membuat hubungan sulit dipertahankan.
Selain itu, buruknya komunikasi memperparah masalah. Rasulullah ﷺ mencontohkan pentingnya dialog dan musyawarah dengan pasangan. Menghindari pembicaraan atau memendam masalah membuat konflik kecil membesar.
Campur tangan pihak ketiga secara negatif, seperti provokasi keluarga atau teman, juga dilarang dalam Islam. Hadits bahkan menyebutkan, orang yang memisahkan pasangan tanpa alasan syar’i termasuk yang dibenci Allah.
Terakhir, nafsu dunia yang berlebihan kerap memicu konflik, terutama terkait harta atau gaya hidup. Nabi ﷺ mengingatkan bahwa keberkahan lebih utama daripada banyaknya harta.
Islam menganjurkan upaya ishlah atau perbaikan sebelum perceraian. Meski halal, perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci Allah (HR. Abu Dawud). Menjaga iman, akhlak, dan komunikasi menjadi kunci agar rumah tangga tetap kokoh hingga akhir hayat.
TAGS : Islam pernikahan iman takwa perceraian