
Ilustrasi bulan Safar
Terasmuslim.com - Bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah dan Jawa, kerap dipandang sebelah mata—bahkan dianggap membawa kesialan. Namun, pandangan ini tak punya dasar kuat dalam Islam. Justru, Safar adalah momen strategis untuk memperbanyak amal, karena setiap kebaikan bisa dilipatgandakan pahalanya, bahkan hingga tak terhingga.
Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An`am ayat 160, setiap amal baik dibalas sepuluh kali lipat. Imam an-Nawawi menegaskan hal ini dalam berbagai riwayat sahih. Artinya, perbuatan kecil seperti tersenyum, membantu orang lain, atau membaca Al-Qur`an tetap mendapat ganjaran besar di sisi Allah.
"Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya." (QS. Al-An’am: 160)
Mengutip laman Nahdlatul Ulama, infak di jalan Allah menjadi salah satu amal dengan potensi pahala luar biasa—hingga 700 kali lipat, tergantung pada niat, manfaat, dan keikhlasan pelakunya. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Barang siapa menginfakkan hartanya untuk jihad fi sabilillah meski ia sendiri tidak ikut berperang, maka setiap satu dirham akan dibalas dengan 700 dirham." (HR. Ibnu Majah)
Ini sejalan dengan hadits riwayat Imam Muslim dan penjelasan ulama seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani bahwa pahala bisa terus meningkat seiring tingkat kekhusyukan dan dampak amal tersebut bagi orang lain.
Tak hanya infak, dzikir pun bisa menghasilkan pahala luar biasa. Dalam hadits riwayat al-Hakim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca dzikir tertentu saat masuk pasar (atau tempat ramai seperti mall zaman sekarang) bisa melipatgandakan pahala secara drastis:
"Siapa yang membaca: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu... maka Allah mencatat baginya sejuta kebaikan, menghapus sejuta keburukan, dan mengangkatnya sejuta derajat."
Dzikir ini menjadi contoh amal tersembunyi yang nilainya besar, karena dilakukan di tengah hiruk-pikuk duniawi—menunjukkan bahwa spiritualitas sejati tak mengenal tempat.
Alih-alih dijauhi, bulan Safar justru layak diisi dengan amal-amal mulia: infak, dzikir, ibadah sunah, hingga kepedulian sosial. Islam tidak mengenal bulan sial. Yang ada hanyalah bulan-bulan penuh peluang, termasuk Safar, untuk menuai pahala sebanyak mungkin. (*)
Wallohu`alam
TAGS : Bulan Safar Amalan Safar Info Keislaman