KEISLAMAN

Benarkah Berita Buruk Tidak Boleh Didengar dalam Islam?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Kamis, 24/07/2025
Dalam Islam, mendengar berita buruk boleh dan bahkan perlu jika bertujuan untuk keselamatan, kewaspadaan, atau introspeksi diri. Ilustrasi - mendengar berita buruk (Foto: Istockphoto)

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang berusaha menghindari berita buruk dengan alasan menjaga kesehatan mental atau “menjaga vibes”. Namun dalam perspektif Islam, apakah mendengarkan berita buruk memang tidak dianjurkan? Atau justru penting untuk diketahui?

Dalam Islam, berita buruk tidak serta-merta dihindari. Justru dalam banyak hal, berita buruk seperti peringatan akan musibah, kabar kemungkaran, atau peringatan azab, digunakan sebagai pengingat dan bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Adz-Dzariyat: 55)

Baca juga :

Artinya, menyampaikan kabar buruk jika bertujuan untuk kebaikan, peringatan, atau penyadaran bukan hanya boleh, tetapi bisa menjadi bagian dari ibadah.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW juga tidak menutup telinga terhadap berita buruk yang disampaikan oleh sahabat, terutama jika berkaitan dengan keamanan umat.

Diriwayatkan bahwa ketika kaum Quraisy berencana mencelakakan beliau, Nabi Muhammad SAW tidak menolak informasi tersebut, melainkan mendengarnya dengan cermat dan segera menyusun strategi hijrah ke Madinah. (HR. Al-Bukhari, no. 3906)

Ini menunjukkan bahwa mendengarkan berita buruk bisa menjadi bentuk kesiapsiagaan.

Meski boleh didengar, Islam melarang penyebaran berita buruk secara tidak bijak, apalagi jika bersifat fitnah atau menimbulkan kepanikan. Allah SWT berfirman:

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Padahal kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka.”
(QS. An-Nisa: 83)

Ayat ini menjadi dasar bahwa menyampaikan berita buruk harus melalui orang yang berkompeten dan bertanggung jawab.

TAGS : Islam mendengar berita buruk Al-Qur`an

Terkini