
Ilustrasi lanjut usia
Terasmuslim.com - Usia senja merupakan fase penting dalam kehidupan manusia. Di balik melemahnya fisik dan berkurangnya produktivitas, justru muncul banyak perubahan batin yang mencerminkan kedewasaan dan perenungan mendalam. Sifat-sifat yang berkembang di usia tua seringkali mencerminkan akumulasi pengalaman, keteguhan iman, serta kebutuhan emosional yang lebih halus.
Menurut Prof. Dr. Hamdi Muluk, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, manusia lanjut usia umumnya mengalami peningkatan sensitivitas emosional. “Di usia tua, seseorang mulai banyak merenung. Ia cenderung mencari makna hidup dan ingin diingat karena hal-hal baik yang telah ia lakukan. Fase ini memperkuat kebutuhan akan kasih sayang dan pengakuan dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Dalam Islam, fase lansia disebut sebagai waktu yang sangat mulia jika digunakan untuk memperbanyak ibadah. Allah ﷻ berfirman:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya…”
(QS. Al-Ahqaf: 15)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa orang tua, terutama yang memasuki masa lemah dan bergantung pada orang lain, wajib dihormati dan dijaga perasaannya.
Rasulullah ﷺ pun menekankan pentingnya menghargai orang tua dan lanjut usia. Dalam sabdanya:
“Bukan dari golongan kami, orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua.”
(HR. Tirmidzi)
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian lansia mengalami perubahan sikap yang ekstrem. Beberapa menjadi mudah tersinggung, bersifat keras kepala, atau merasa terpinggirkan. Hal ini bisa disebabkan oleh penurunan hormon, rasa kehilangan peran sosial, atau penyesalan atas masa lalu.
Ustaz Ahmad Sarwat, Lc., MA, menyampaikan bahwa perubahan tersebut semestinya dihadapi dengan kelembutan. “Keluarga perlu memahami bahwa usia senja adalah masa ujian mental dan spiritual. Justru saat itulah seseorang sangat membutuhkan dukungan iman dan kasih sayang,” jelasnya.
Sifat lain yang kerap muncul di masa ini adalah keinginan kuat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Banyak lansia mulai rajin beribadah, mengikuti pengajian, memperbanyak sedekah, serta memohon maaf atas kesalahan masa lalu. Hal ini mencerminkan bahwa usia tua sejatinya adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala sebelum ajal menjemput.
Namun, tantangan terbesarnya tetaplah kesepian. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan peningkatan jumlah lansia yang hidup sendiri atau terpisah dari keluarga. Dalam hal ini, peran anak-anak dan cucu menjadi penting sebagai bentuk nyata bakti dan kasih sayang yang dituntunkan oleh agama.
Dengan demikian, sifat-sifat manusia di usia senja adalah cerminan dari perjalanan spiritual menuju titik akhir kehidupan. Masyarakat dituntut untuk memberikan ruang hormat, perhatian, dan kasih kepada mereka yang berada di fase ini. Sebab sejatinya, mereka bukan hanya lansia, tapi juga penjaga hikmah yang telah melewati banyak badai kehidupan.
TAGS : Sifat manusia lanjut usia dewasa hidup