KEISLAMAN

Golongan yang Masuk Surga Tanpa Hisab dan Azab dalam Islam

Yahya Sukamdani| Jum'at, 25/07/2025
Ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tauhid dan ketergantungan hanya kepada Allah ﷻ.  Ilustrasi tanpa hisab

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, surga adalah balasan tertinggi bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa. Namun di antara umat Islam, terdapat satu golongan istimewa yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal) dan tanpa azab sedikit pun. Mereka disebut sebagai orang-orang yang benar-benar bertawakal dan menyerahkan seluruh urusan hidupnya kepada Allah ﷻ dengan keyakinan penuh.

Keutamaan ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Beliau bersabda, "Akan masuk surga dari umatku sebanyak tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa azab." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta diruqyah, tidak bertathayyur (percaya pada pertanda buruk), tidak melakukan kay (pengobatan dengan besi panas), dan hanya bertawakal kepada Tuhan mereka."

Makna hadits ini menunjukkan bahwa golongan tersebut memiliki derajat tawakal yang sangat tinggi. Mereka meyakini bahwa segala sesuatu hanya terjadi atas kehendak Allah, tanpa ketergantungan pada cara-cara yang berpotensi melemahkan keimanan, seperti bergantung pada jimat, ramalan nasib, atau pengobatan yang bercampur dengan kesyirikan.

Namun penting dipahami, larangan meminta ruqyah atau melakukan kay dalam konteks ini bukan berarti tindakan tersebut haram secara mutlak. Ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah mereka yang memilih untuk tidak bergantung kepada makhluk sama sekali, sebagai bentuk kesempurnaan tauhid dan ketawakalannya. Orang yang tetap melakukan ruqyah atau pengobatan medis tetap bisa masuk surga, hanya saja tidak termasuk dalam golongan yang “masuk tanpa hisab”.

Baca juga :

Hadits tentang 70.000 orang ini diperluas dalam riwayat lain bahwa setiap satu orang dari mereka akan diberikan syafaat untuk 70.000 orang lainnya. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah dan betapa luasnya rahmat-Nya bagi orang-orang yang benar-benar bertauhid secara murni.

Golongan ini juga disebut sebagai orang-orang yang memiliki keikhlasan tinggi, tidak riya dalam amal, tidak mudah mengeluh, tidak bergantung pada manusia, serta mampu menjaga tauhid dari segala bentuk pencemaran akidah. Mereka menapaki hidup dengan sabar, ridha, dan keyakinan penuh terhadap takdir.

Bagi umat Islam, hadits ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tauhid dan ketergantungan hanya kepada Allah ﷻ. Meski tidak semua orang bisa mencapai derajat tersebut, usaha menuju tawakal yang sempurna adalah jalan menuju keimanan yang kokoh. Surga tanpa hisab bukan mimpi mustahil, melainkan hadiah bagi mereka yang hidup dengan tauhid sejati.

TAGS : Hisab azab manusia surga

Terkini