
Ilustrasi takziah
Terasmuslim.com - Saat kabar duka datang, tak sedikit orang bertanya: apakah mengucapkan belasungkawa atau melakukan takziah memiliki dasar dalam Islam? Dalam ajaran Islam, takziah bukan sekadar tradisi sosial, melainkan bagian dari anjuran agama yang membawa pahala besar bagi pelakunya.
Takziah adalah bentuk empati dan dukungan kepada seseorang yang sedang tertimpa musibah, khususnya karena kematian anggota keluarganya. Islam memandang takziah sebagai amalan mulia yang sangat dianjurkan. Para ulama menyebutnya sebagai sunnah muakkad, yakni ibadah yang sangat dianjurkan meski tidak wajib.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Barang siapa yang menghibur orang yang sedang tertimpa musibah, maka Allah akan memberinya pakaian kemuliaan pada hari kiamat." (HR. Ibnu Majah). Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Islam memuliakan orang-orang yang peduli terhadap saudaranya di saat duka.
Takziah tidak harus dilakukan secara langsung. Dalam konteks zaman modern, menyampaikan belasungkawa melalui pesan singkat, telepon, atau media sosial juga termasuk bagian dari takziah, selama dilakukan dengan niat yang tulus dan ucapan yang baik.
Dalam praktiknya, takziah dianjurkan dilakukan dalam kurun waktu tiga hari sejak wafatnya seseorang. Melewati tiga hari, ulama menyarankan untuk tidak memperpanjang suasana duka, kecuali dalam kondisi tertentu, seperti baru menerima kabar atau datang dari tempat yang jauh.
Adapun etika takziah yang ditekankan dalam Islam antara lain mengucapkan doa untuk almarhum, menenangkan keluarga yang berduka, serta mendorong mereka untuk bersabar dan bertawakal. Islam juga melarang meratap, menyalahkan takdir, atau menunjukkan kesedihan secara berlebihan.
Meski mayoritas ulama membatasi takziah pada sesama Muslim, sebagian ulama membolehkan memberikan belasungkawa kepada non-Muslim atau keluarga non-Muslim dengan syarat tidak mendoakan si mayit secara syar’i, namun tetap menunjukkan sikap kemanusiaan dan empati.
Takziah dalam Islam bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kepedulian yang membawa pahala. Menghibur hati orang yang sedang dirundung duka adalah perbuatan mulia yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
TAGS : Takziah musibah Islam pahala