
Ilustrasi - wanita haid (Foto: Pexels/Antoni Shkraba)
Jakarta, Terasmuslim.com - Menjelang akhir bulan Muharram, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amalan, mengingat bulan mulia ini penuh keberkahan dan pahala berlipat.
Akan tetapi, sebagian wanita mungkin merasa terbatas beribadah saat haid, karena tak bisa salat, puasa, atau membaca Al-Qur`an. Padahal, ada banyak amalan lain yang bisa dilakukan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Perbanyak Sholawat dan Dzikir
Wanita haid tetap diperbolehkan memperbanyak dzikir dan sholawat. Bacaan seperti tasbih, tahmid, dan takbir bisa menjadi pengganti salat. Rasulullah SAW bersabda:
يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة (رواه مسلم)
“Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan.” (HR Muslim)
2. Murajaah Hafalan Al-Qur`an
Meski menyentuh mushaf dilarang, wanita tetap bisa mengulang hafalan Al-Qur’an atau membaca terjemahannya, sehingga tetap mendapat pahala tanpa melanggar ketentuan.
3. Istiqamah Beristighfar
Istighfar menjadi amalan utama yang membawa ketenangan dan mendatangkan pertolongan Allah. Nabi SAW bersabda:
من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
“Barangsiapa yang istiqamah membaca istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, kebahagiaan dari kesusahan, dan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.” (HR Abu Dawud)
4. Menjaga Kebersihan Diri
Islam menganjurkan menjaga kebersihan, termasuk saat haid. Dalam hadis disebutkan:
…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي
“Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan bersisirlah…” (HR Bukhari 317 & Muslim 1211)
Dengan niat tulus dan kesungguhan hati, wanita haid tetap bisa meraih keberkahan akhir Muharram tanpa kehilangan momentum ibadah.
TAGS : Islam wanita haid bulan Muharram Al-Qur`an