
Ilustrasi - bulan Safar (Foto: shutterstock)
Jakarta, Terasmuslim.com - Di sebagian masyarakat, khususnya di budaya Jawa dan beberapa daerah lain, bulan Safar kerap dianggap sebagai bulan penuh kesialan.
Banyak orang enggan menggelar pernikahan, bepergian jauh, atau memulai usaha besar di bulan ini karena takut tertimpa musibah. Lantas, benarkah dalam ajaran Islam Safar disebut sebagai bulan sial?
Pandangan tentang kesialan bulan Safar sebenarnya merupakan warisan dari kepercayaan masyarakat Arab jahiliah sebelum datangnya Islam.
Pada masa itu, mereka percaya bahwa Safar adalah bulan petaka yang penuh bencana, sehingga banyak kegiatan ditunda untuk menghindari malapetaka.
Namun, ketika Islam datang, Rasulullah SAW meluruskan keyakinan ini. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
"Tidak ada penularan penyakit tanpa izin Allah, tidak ada thiyarah (merasa sial karena pertanda tertentu), tidak ada kesialan pada burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini secara tegas membantah anggapan bahwa Safar membawa kesialan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa semua kejadian baik maupun buruk terjadi semata-mata atas izin Allah, bukan karena bulan, waktu, atau tanda tertentu.
Meskipun sudah ada penjelasan dari Rasulullah SAW, mitos tentang Safar sebagai bulan sial tetap hidup di tengah masyarakat, kemungkinan karena faktor budaya yang turun-temurun. Tak jarang, budaya lokal bercampur dengan keyakinan agama, sehingga sulit dipisahkan.
Padahal, dalam Islam, keyakinan semacam ini termasuk dalam kategori tathayyur (percaya sial karena tanda-tanda tertentu), yang bisa merusak tauhid jika diyakini secara mutlak.
Alih-alih takut dan menghindari aktivitas, umat Islam justru dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh kapan saja, termasuk di bulan Safar. Tidak ada larangan untuk menikah, bepergian, memulai usaha, atau kegiatan baik lainnya di bulan ini.
Sebaliknya, menjadikan bulan Safar sebagai alasan takut atau menunda kebaikan justru bertentangan dengan semangat ajaran Islam.
TAGS : Rasulullah SAW bulan Safar sial Islam