
Ilustrasi mencela cuaca
Terasmuslim.com – Keluhan terhadap cuaca ekstrem seperti panas terik yang menyengat atau hujan deras yang mengguyur terkadang menjadi ungkapan sehari-hari sebagian orang. Tak jarang, keluhan itu berubah menjadi cercaan yang menyalahkan hujan atau panas seolah-olah cuaca adalah sesuatu yang layak dibenci. Padahal dalam ajaran Islam, mencela kondisi cuaca seperti itu merupakan perbuatan yang sebaiknya dihindari.
Islam memandang bahwa segala bentuk cuaca, baik hujan, panas, dingin, maupun angin, merupakan bagian dari ciptaan dan ketetapan Allah ﷻ. Dalam QS. Ar-Rum ayat 48, Allah berfirman bahwa Dia-lah yang menggerakkan awan dan menurunkan hujan atas kehendak-Nya. Artinya, cuaca adalah bagian dari sunnatullah yang tidak boleh dicela.
Hadis larangan mencela angin dan implikasinya
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
“Janganlah kalian mencela angin, karena ia adalah dari perintah Allah...”
(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Meskipun hadis tersebut menyebut angin, para ulama menyepakati bahwa larangan ini berlaku umum untuk segala jenis fenomena alam. Mencela cuaca sama artinya dengan mencela ciptaan Allah. Hal itu dinilai sebagai sikap tidak ridha terhadap takdir-Nya.
Keluhan yang masih diperbolehkan
Namun demikian, Islam memahami bahwa manusia memiliki keterbatasan. Mengeluh karena merasa tidak nyaman akibat cuaca ekstrem masih ditoleransi, selama tidak sampai mencela atau menyalahkan Allah. Misalnya, mengatakan “hari ini sangat panas” berbeda dengan berkata “panas ini menyebalkan dan tidak berguna.”
Doa saat menghadapi cuaca ekstrem
Alih-alih mencela, Rasulullah ﷺ justru mengajarkan doa saat menghadapi cuaca tertentu. Dalam hadis yang sama, beliau menyarankan untuk berdoa kepada Allah meminta kebaikan dari angin atau cuaca tersebut, dan memohon perlindungan dari keburukannya.
Selain itu, ketika panas sangat menyengat, Nabi juga mengaitkannya dengan peringatan dari neraka. Dalam hadis Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Panas yang sangat adalah dari hembusan neraka, maka apabila kalian mengalami sangat panas, tundalah shalat hingga suhu agak dingin.”
Adab seorang muslim dalam menyikapi cuaca
Sikap terbaik yang dianjurkan Islam adalah sabar, ridha, dan menerima segala ketetapan Allah. Seorang Muslim diajarkan untuk melihat hujan sebagai rahmat, dan panas sebagai ujian atau pengingat. Semuanya membawa hikmah, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Dalam Islam, tidak ada ruang bagi mencela hujan, panas, atau angin karena semuanya adalah ciptaan Allah yang memiliki fungsi dan manfaat. Daripada mengeluh atau mengumpat, lebih baik memperbanyak doa, mengambil pelajaran, dan bersikap tawadhu kepada Sang Pencipta. Cuaca bisa menjadi ujian, bisa pula menjadi rahmat. Semua tergantung bagaimana hati kita menilainya.
TAGS : Panas hujan angin cuaca mencela Islam