
Ilustrasi - bulan Muharram (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Muharram selalu hadir dengan kemuliaan dan nuansa spiritual mendalam bagi umat Islam.
Di tengah maraknya tradisi-tradisi turun-temurun yang dilakukan masyarakat, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengingatkan pentingnya memaknai Muharram secara lebih substansial.
Dalam sebuah pengajian tafsir di kediamannya di Desa Narukan, Kragan, Rembang, Gus Baha menekankan bahwa Muharram seharusnya menjadi momen perenungan, peningkatan ilmu, dan pendekatan diri kepada Allah, bukan sekadar ritual simbolik atau kegiatan mistis.
Gus Baha mengisahkan kebiasaannya saat Muharram yang berbeda dari sebagian masyarakat. Ia memilih beritikaf di tempat-tempat bersejarah, namun dengan niat ibadah, bukan mencari benda pusaka.
“Saya memang suka itikaf, tapi bukan cari keris. Jangan ditiru kalau niatnya cari hal mistik, bisa-bisa malah utang,” canda Gus Baha dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Official LP3IA.
Muharram juga menjadi ajang silaturahmi ilmiah. Gus Baha rutin berkumpul dengan para sahabat mendiang ayahnya, KH Nursalim, dalam suasana penuh ilmu. Ia menyebut berkumpul bersama ahli Al-Qur’an lebih membawa berkah dibanding kegiatan yang hanya bersifat budaya.
Amalan unggulan lainnya adalah mengkhatamkan Al-Qur`an, memperbanyak dzikir, dan mengikuti pengajian hadis seperti Shahih Muslim.
Bagi Gus Baha, makanan terbaik untuk akal adalah ilmu agama, bukan hanya simbol atau keyakinan pada benda pusaka.
“Kalau bisa mencuci keris, maka cuci juga pikiran kita dengan ilmu,” tegasnya.
Gus Baha tidak mempersoalkan keberadaan benda pusaka seperti keris. Namun ia menekankan bahwa kepercayaan sejati harus tetap berpijak kepada Allah, bukan pada benda-benda duniawi.
“Boleh saja punya pusaka, asal tidak dijadikan sumber kekuatan,” ujarnya.
Mengutip ajaran Islam, Gus Baha mengajak umat untuk menjadikan Muharram sebagai bulan pembenahan jiwa. Itikaf, dzikir, dan majelis ilmu disebutnya sebagai cara terbaik memuliakan bulan suci ini.
“Majelis ilmu itu cara terbaik memuliakan waktu yang juga dimuliakan oleh Allah,” pungkasnya.
TAGS : Bulan Muharram Amalan Gus Baha Islam