KEISLAMAN

Menghadapi Kezaliman, Begini Sikap yang Diajarkan Islam

Yahya Sukamdani| Senin, 14/07/2025
Islam adalah agama yang menegakkan keadilan, namun tetap menjunjung tinggi akhlak mulia. Ilustrasi keadilan

Terasmuslim.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kezaliman bisa terjadi di berbagai ruang  mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga sistem sosial yang lebih luas. Dalam Islam, kezaliman (الظلم) didefinisikan sebagai tindakan melampaui batas, mengambil hak orang lain, atau menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Islam tidak hanya melarang segala bentuk kezaliman, tetapi juga memberikan tuntunan jelas bagi umatnya saat menjadi korban dari ketidakadilan.

Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kezaliman akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah ﷻ di akhirat kelak. Namun sebelum itu, korban kezaliman diberikan jalan untuk merespons dengan cara-cara yang tidak melanggar batas syariat. Lantas, bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap saat dizalimi?

Berikut ini adalah panduan sikap menghadapi kezaliman menurut hukum Islam:

  1. Tidak membalas dengan kezaliman serupa

Islam melarang membalas kezaliman dengan kezaliman. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Ma`idah ayat 8:

Baca juga :

"Janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum membuat kalian berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."

Ayat ini menjadi dasar bahwa keadilan harus dijunjung tinggi bahkan dalam situasi penuh tekanan emosi.

  1. Diperbolehkan membela diri secara proporsional

Islam memberikan ruang bagi korban kezaliman untuk membela diri, tetapi tetap dalam batas yang diperbolehkan. Dalam QS. Al-Hajj ayat 60, Allah menyatakan:

"Barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang diterimanya, kemudian dia dizalimi lagi, maka sungguh Allah akan menolongnya."

Pembelaan diri diperbolehkan, namun tidak boleh berubah menjadi tindakan balas dendam yang berlebihan.

  1. Mengadukan ke penguasa atau jalur hukum

Jika dizalimi, seorang Muslim dianjurkan untuk mencari keadilan melalui pengadilan atau pihak berwenang yang sah. Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan bagaimana para sahabat juga menyelesaikan perkara dengan hukum, bukan dengan kekerasan pribadi.

  1. Memanjatkan doa, senjata orang terzalimi

Doa menjadi kekuatan paling dahsyat bagi orang yang teraniaya. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kedekatan spiritual ini menjadi bukti bahwa Islam benar-benar berpihak pada korban kezaliman.

  1. Bersabar jika belum bisa membalas

Sikap sabar bukan berarti pasrah. Dalam Islam, sabar adalah bentuk kekuatan jiwa yang tinggi. Allah ﷻ berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 126:

"Dan jika kamu membalas, balaslah dengan yang seimbang. Tetapi jika kamu bersabar, maka itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar."

  1. Menjaga lisan dan emosi agar tidak terpancing dosa

Kezaliman kadang mendorong seseorang untuk berkata kasar atau menyimpan dendam. Padahal, Islam melarang membalas keburukan dengan keburukan. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bukanlah orang kuat itu yang bisa mengalahkan lawannya, tetapi yang mampu mengendalikan dirinya saat marah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Islam adalah agama yang menegakkan keadilan, namun tetap menjunjung tinggi akhlak mulia. Dalam menghadapi kezaliman, umat Islam diajarkan untuk tegas dalam kebenaran, sabar dalam ujian, dan adil dalam pembalasan. Dengan cara inilah, kezaliman bisa dihentikan tanpa melahirkan kezaliman baru.

TAGS : Zalim Islam keadilan hukum

Terkini