
Ilustrasi - ini cara agar bisa berbakti kepada orang tua meskipun sudah meninggal dunia (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Kematian bukanlah akhir dari ikatan kasih antara anak dan orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua tidak berhenti hanya saat mereka masih hidup.
Justru setelah mereka wafat, anak tetap bisa menunjukkan bakti dan cinta melalui amal-amal yang akan mengalirkan pahala bagi kedua orang tuanya di alam kubur.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Hadis tersebut menjadi bukti kuat bahwa anak saleh dapat menjadi jalan pahala yang tidak putus bagi kedua orang tuanya yang telah meninggal.
Salah satu bentuk bakti paling dasar dan mudah adalah mendoakan orang tua secara rutin, terutama setelah sholat. Doa menjadi penghubung batin antara anak dan orang tua yang telah tiada.
Doa yang diajarkan dalam Al-Qur`an sangat populer dan dianjurkan untuk dibaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Rabbi ighfir lī wa li-wālidayya warham-humā kamā rabbayānī ṣaghīrā.
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil."
(QS. Al-Isra: 24)
Ulama menyebutkan bahwa doa ini bisa menjadi penerang kubur dan pengangkat derajat orang tua di sisi Allah SWT.
Amalan berikutnya yang tak kalah penting adalah bersedekah atas nama orang tua. Tidak harus besar, bahkan sedekah kecil seperti memberikan makanan, wakaf Al-Qur`an, atau menyumbang ke masjid bisa bernilai pahala jariyah yang terus mengalir.
Diriwayatkan dalam hadits, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia secara tiba-tiba dan aku yakin seandainya ia bisa berbicara, ia akan bersedekah. Apakah aku boleh bersedekah untuknya?”
Rasulullah menjawab: “Ya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, sedekah atas nama orang tua adalah bentuk cinta dan bakti yang terus hidup bahkan setelah mereka tiada.
Seringkali dilupakan, menjaga hubungan baik dengan sahabat-sahabat dan kerabat orang tua juga merupakan bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) setelah mereka wafat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya termasuk bentuk bakti seorang anak adalah menjaga hubungan dengan teman-teman dekat ayahnya setelah sang ayah wafat.”
(HR. Muslim)
Mengunjungi saudara kandung orang tua, membantu sahabat mereka, atau sekadar menyambung komunikasi adalah cara sederhana namun bernilai tinggi di sisi Allah.
TAGS : Rasulullah SAW orang tua berbakti