
Ilustrasi pemulangan jemaah haji Indonesia (Foto: api/katakini)
Terasmuslim.com - Setelah menunaikan rukun Islam kelima dan menempuh perjalanan spiritual selama lebih dari 40 hari di Tanah Suci, gelombang pertama jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke tanah air sejak Rabu, 11 Juni 2025. Kepulangan ini menjadi peristiwa yang tak hanya dinanti keluarga, tetapi juga bermakna besar secara keislaman—penuh keberkahan, doa, dan hikmah.
Tradisi menyambut jemaah haji bukan sekadar euforia sosial. Dalam ajaran Islam, momen ini memiliki kedalaman spiritual tersendiri. Umat dianjurkan menyambut para haji dengan doa-doa yang sarat makna, memohonkan ampunan, keberkahan rezeki, hingga menjadikan para haji sebagai wasilah (perantara) untuk doa-doa mustajab.
Dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj dan Al-Adzkar an-Nawawiyah, Imam Nawawi meriwayatkan doa yang biasa diucapkan Nabi Muhammad SAW ketika menyambut orang yang baru pulang dari ibadah haji:
قَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ
Qabballallâhu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka.
Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu.”
Doa ini mencakup tiga dimensi utama: diterimanya ibadah, pengampunan dosa, dan jaminan rezeki atas pengorbanan materi selama berhaji.
Hadis lain yang tak kalah kuat datang dari riwayat Abu Hurairah ra, sebagaimana disebutkan dalam Sunan Al-Baihaqi dan dinyatakan sahih oleh Imam Al-Hakim:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ
Allâhummaghfir lil hâjj, wa li man istaghfara lahul hâjj.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini.”
Ini menegaskan betapa agungnya posisi seorang haji. Bahkan, doa mereka untuk orang lain—khususnya mereka yang meminta—sangat bernilai di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad:
“Jika kamu menjumpai orang yang baru berpulang dari haji maka berilah salam kepadanya, dan jabatlah tangannya, serta mintalah kepadanya untuk memohonkan ampun buatmu sebelum dia memasuki rumahnya, sebab dia telah diampuni dosa-dosanya.”
Hadis ini menjadikan penyambutan jemaah haji sebagai sunnah muakkadah—amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam.
Islam juga mengajarkan adab dan doa bagi mereka yang kembali dari perjalanan, termasuk setelah haji. Doa ini diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika seseorang memasuki kampung halamannya:
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ...
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kebaikan tempat ini, penduduknya, dan segala sesuatu di dalamnya. Aku berlindung dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan apa yang ada di dalamnya.”
Doa ini menggambarkan tekad seorang haji untuk membawa keberkahan spiritual yang didapat di Tanah Suci ke kehidupan sehari-hari di tanah air.
Memberi sambutan adalah bentuk penghormatan atas perjuangan spiritual dan fisik para jamaah, serta pengakuan atas pencapaian ibadah yang luar biasa.
Momen ini menjadi ajang memperkuat hubungan sosial dan kekeluargaan di tengah masyarakat.
Karena dosa mereka telah diampuni, doa-doa para haji diyakini memiliki kekuatan spiritual yang besar dan mustajab.
Melihat kepulangan jamaah haji bisa menjadi motivasi bagi umat Islam lain untuk mulai merencanakan perjalanan spiritualnya sendiri ke Baitullah.
TAGS : Doa jamaah haji Doa kepulangan haji Hikmah menyambut haji