KEISLAMAN

Hari Asyura dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 17/06/2025
Hari Asyura adalah momentum yang kaya nilai spiritual, sejarah, dan ibrah. Ilustrasi - hari Asyura (Foto: majelismasyayikh)

Jakarta, Terasmuslim.com - Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriyah merupakan salah satu hari penting dalam Islam. Selain memiliki nilai sejarah, hari ini juga menyimpan berbagai keutamaan spiritual yang dianjurkan untuk dimaknai dan diamalkan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Secara etimologis, kata "Asyura" berasal dari kata ‘asyara yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal kesepuluh di bulan Muharram. Hari ini termasuk dalam bulan-bulan haram (bulan-bulan suci) yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36.

Dalam sejarah Islam, Hari Asyura dikenal sebagai hari yang sarat peristiwa. Salah satu kisah paling dikenal adalah keselamatan Nabi Musa ‘alaihissalam beserta kaumnya dari kejaran Firaun. Sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits shahih, Rasulullah SAW berpuasa di hari Asyura sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan tersebut, dan menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa.

Selain itu, Hari Asyura juga menjadi momentum peringatan atas syahidnya cucu Rasulullah SAW, Imam Husain bin Ali, dalam tragedi Karbala. Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam sejarah Islam, khususnya bagi kalangan Syiah yang menjadikan hari ini sebagai waktu berkabung dan refleksi.

Baca juga :

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai hadits. Salah satu yang paling dikenal adalah anjuran untuk berpuasa di hari tersebut.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Puasa Asyura dianggap sebagai bentuk ibadah sunnah yang penuh pahala dan penghapus dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidak melewatkan ibadah puasa ini.

Selain berpuasa, umat Muslim juga disunnahkan untuk memperbanyak amal saleh pada hari Asyura seperti bersedekah, mempererat tali silaturahim, membantu sesama, dan memperbanyak dzikir serta doa.

Sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak menyerupai kebiasaan Bani Israil, Rasulullah SAW menganjurkan pula untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a), sehari sebelum Asyura. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

"Jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram)." (HR. Muslim)

Maka dari itu, banyak ulama menyarankan agar umat Islam berpuasa dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharram, atau 10 dan 11 Muharram, sebagai bentuk penyempurnaan sunnah.

 

TAGS : Muharram Hari Asyura Islam

Terkini