KEISLAMAN

Berkurban Setiap Tahun, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Jum'at, 16/05/2025
apakah cukup berkurban sekali dalam hidup atau sebaiknya dilakukan setiap tahun? ini penjelasannya. Ilustrasi Hewan Qurban (Foto: Tempo)

Terasmuslim.com - Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban dilakukan mulai 10 Dzulhijjah, usai salat Idul Adha, hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

Landasan perintah ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 34, di mana Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ الْأَنْعَـٰمِۗ فَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٟحِدٌۭ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi setiap umat telah Kami tetapkan suatu ibadah (penyembelihan kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka berserah dirilah kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh.” (QS. Al-Hajj: 34)

Baca juga :

Setiap tahun, muncul pertanyaan yang sama, apakah cukup berkurban sekali dalam hidup atau sebaiknya dilakukan setiap tahun?

Menjawab persoalan tersebut, Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, menjelaskan bahwa berkurban bukanlah ibadah yang dilakukan sekali seumur hidup, melainkan disunnahkan untuk dilakukan setiap tahun selama seorang Muslim mampu.

Dalam ceramah yang disampaikan melalui kanal YouTube Buya Yahya pada Kamis (15/5/2025), beliau menegaskan bahwa hukum kurban adalah sunnah muakkadah, amalan yang sangat dianjurkan. 

“Sebagaimana puasa Arafah disunnahkan setiap kali bulan Haji tiba, demikian pula dengan menyembelih kurban. Kesunnahan ini berlaku setiap tahun,” ujar Buya Yahya.

Ia menambahkan bahwa idealnya setiap individu Muslim menyembelih kurban setiap kali Idul Adha datang. Jika dalam satu keluarga ada tujuh anggota, maka sangat dianjurkan jika seluruhnya ikut serta dalam kurban.

"Kalau dalam keluarga ada tujuh orang, idealnya disembelih tujuh ekor kambing. Kalau tidak bisa semuanya, ya enam, lima, atau minimal satu. Jangan sampai tidak ada satu pun dari keluarga yang berkurban," jelasnya.

Buya Yahya juga menekankan pentingnya niat dan pelaksanaan kurban sebagai sunnah ainiyah (anjuran untuk individu). Satu ekor kambing sebaiknya diniatkan untuk satu orang, lalu sisanya bisa diikutsertakan dalam bentuk sunnah kifayah (cukup diwakili oleh sebagian anggota keluarga).

“Pertama-tama sembelih satu ekor atas nama sendiri, lalu jika ingin mengikutsertakan keluarga lainnya, itu pun baik. Tapi jangan sampai semua hanya mengandalkan satu ekor untuk tujuh orang,” jelas beliau.

Namun demikian, bagi mereka yang tidak mampu berkurban, tetap dianjurkan untuk turut merayakan hari tersebut dengan rasa syukur dan sukacita. “Makna kurban itu juga tentang menciptakan suasana bahagia, hari di mana umat Islam menikmati hidangan yang lezat dan berkumpul bersama. Itulah semangat yang dicontohkan Rasulullah SAW,” tutur Buya Yahya.

Dengan demikian, ibadah kurban bukan hanya simbol pengorbanan, tetapi juga wujud kebahagiaan kolektif yang mengakar dalam ajaran Islam.

 

TAGS : Ibadah Idul Adha Buya Yahya Allah SWT

Terkini