
KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur (Foto: ANTARA)
Terasmuslim.com - KH Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal dengan Gus Dur, merupakan tokoh ulama kharismatik sekaligus Presiden keempat Republik Indonesia. Selain dikenal karena pemikirannya yang mendalam dan sikapnya yang humanis, Gus Dur juga memiliki kebiasaan unik yang kerap menarik perhatian, yakni gerakan jari telunjuk kanannya yang terus bergerak, bahkan saat ia tidak sedang berbicara.
Gerakan ini tampak seperti sedang menulis sesuatu secara berulang di atas paha, baik saat beliau berceramah, diwawancarai, maupun ketika sedang dalam keadaan tenang. Kebiasaan ini sempat menjadi perbincangan, mengundang rasa penasaran banyak orang mengenai makna di baliknya.
Yeni Wahid, salah satu putri Gus Dur, pernah menjelaskan bahwa gerakan tersebut bukanlah sekadar kebiasaan biasa. Menurutnya, itu merupakan bentuk dzikir batin yang terus dilantunkan ayahnya. Gerakan jari tersebut mengikuti irama dzikir yang hanya terdengar oleh hati, bukan oleh telinga.
Penjelasan serupa juga datang dari sahabat dekat Gus Dur, Kiai Acun Wahid M. Marianto. Ia mengungkapkan bahwa Gus Dur terbiasa menuliskan lafadz Bismillahirrahmanirrahim dengan jari telunjuknya secara berulang, huruf demi huruf, seolah ditulis di udara atau di atas pahanya. Gerakan itu menjadi sarana pengingat kepada Allah dalam kondisi apapun.
Kiai Acun menyebutkan bahwa melalui gerakan kecil tersebut, Gus Dur menunjukkan bahwa zikir bisa dilakukan secara diam dan pribadi, tanpa harus terdengar. Hal ini mencerminkan kedalaman spiritual seorang Gus Dur yang selalu menjaga keterhubungan dengan Sang Pencipta, bahkan di tengah kesibukannya sebagai pemimpin bangsa.
Banyak orang yang awalnya mengira gerakan itu hanyalah kebiasaan spontan atau refleks semata. Namun, setelah penjelasan dari pihak keluarga dan sahabat, semakin jelas bahwa itu adalah wujud dari kesalehan yang terus dipelihara dalam setiap waktu.
Gerakan jari itu adalah simbol dari hati yang tidak pernah putus dalam mengingat Allah. Gus Dur mengajarkan bahwa mengingat Tuhan tak selalu membutuhkan suara lantang atau ritual yang kompleks, cukup dengan hati yang senantiasa sadar dan tangan yang bergerak penuh makna.
Yeni Wahid juga menambahkan bahwa sejak muda, Gus Dur sudah dikenal sebagai pribadi yang memiliki relasi spiritual yang kuat. Meskipun menjabat sebagai tokoh besar dan disibukkan oleh urusan kenegaraan, Gus Dur tetap memelihara rutinitas ibadah dan zikirnya.
Tak hanya saat duduk diam, bahkan ketika dalam perjalanan atau di tengah percakapan, jari telunjuknya terus bergerak. Ini memperlihatkan bahwa dzikir adalah bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan dari keseharian Gus Dur.
Kebiasaan ini juga menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. Beberapa mengaku merasa lebih khusyuk dan tenang dalam berdzikir setelah meniru gerakan jari yang dilakukan Gus Dur.
Apa yang dilakukan Gus Dur menjadi teladan bagaimana seseorang bisa merawat kedekatan dengan Tuhan secara konsisten, meski menjalani kehidupan dunia yang sibuk. Gerakan jari telunjuknya adalah representasi nyata dari spiritualitas dalam bentuk paling sederhana namun penuh makna.
Melalui kebiasaan ini, Gus Dur meninggalkan pesan penting: bahwa setiap detik hidup bisa menjadi ladang ibadah jika hati selalu terpaut kepada-Nya. Dzikir tidak harus bersuara, yang terpenting adalah kesadaran dan ketulusan yang terus dijaga.
TAGS : Gus Dur Rahasia Jari Telunjuk Gerakan Spiritual