
Ilustrasi foto suasana kota siang dan malam
Terasmuslim.com - Perputaran waktu yang membawa siang dan malam bukanlah sebuah rutinitas alam yang terjadi kebetulan.
Islam memandang fenomena ini sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang paling nyata.
Al-Qur`an mengajak manusia berpikir jernih merenungi pergantian gelap dan terang ini melalui Surah Ali `Imran.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali `Imran: 190).
Melalui ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa hanya orang yang berakal (ulil albab) yang mampu menangkap pesannya.
Secara ilmiah dan spiritual, mekanisme ini diciptakan dengan presisi tinggi demi menjaga keberlangsungan hidup makhluk-Nya.
Allah SWT sengaja mendesain malam sebagai waktu istirahat dan siang untuk bekerja mencari rezeki.
Ketentuan universal ini tertuang indah dalam untaian firman Allah SWT pada Surah Al-Furqan ayat 47.
“Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.” (QS. Al-Furqan: 47).
Siklus yang seimbang ini mencegah bumi dari kepanasan ekstrem atau kebekuan yang mematikan.
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk senantiasa berzikir setiap kali momentum transisi waktu ini tiba.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa pintu tobat Allah selalu terbuka sepanjang siang dan malam.
“Sesungguhnya Allah melapangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat dosa di siang hari...” (HR. Muslim).
Maka, pergantian waktu ini sejatinya adalah kesempatan emas yang diberikan Allah bagi hamba-Nya untuk kembali.
Setiap fajar yang terbit dan senja yang tenggelam membawa pesan bahwa umur manusia terus berjalan di dunia.
Sudah saatnya kita merefleksikan tanda-tanda kekuasaan-Nya ini agar tingkat ketakwaan kita semakin bertambah kokoh.
TAGS : rahasia siang malam pergantian waktu rotasi bumi