
Buya Yahya (Foto: liputan6)
Terasmuslim.com - Kebersihan dan keharuman rumah merupakan hal yang sangat diperhatikan dalam ajaran Islam. Banyak umat Muslim yang berupaya menjaga suasana rumah agar tetap bersih dan harum, salah satunya dengan menggunakan minyak wangi atau membakar dupa. Lalu, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah benar malaikat menyukai tempat yang harum?
Menanggapi hal ini, ulama terkemuka KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang lebih dikenal dengan Buya Yahya menjelaskan bahwa aroma harum memang disukai oleh malaikat. Dalam sebuah pengajian yang disiarkan melalui kanal YouTube @jareustad, Buya Yahya menekankan bahwa menjaga keharuman rumah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam.
“Malaikat cinta pada tempat yang wangi. Sebaliknya, tempat yang bau tidak sedap justru disenangi oleh setan,” tutur Buya Yahya, dalam kajian yang disampaikan pada Rabu (07/05/2025). Ia menggarisbawahi bahwa sunnah Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk menjaga rumah tetap bersih dan harum.
Menurut Buya Yahya, penggunaan wewangian seperti minyak atsiri atau dupa (bukhur) merupakan tradisi lama yang masih relevan. Bukhur, yaitu kayu aromatik yang dibakar, dikenal sejak zaman dahulu sebagai salah satu cara untuk menciptakan suasana nyaman dan menenangkan di dalam rumah.
“Menjaga rumah agar tetap wangi adalah bentuk meneladani sunnah Nabi. Gunakan bukhur atau minyak wangi untuk menjaga kenyamanan rumah,” jelas Buya Yahya.
Lebih dari sekadar kenyamanan fisik, suasana harum menurut Buya Yahya dapat menarik kehadiran para malaikat yang membawa rahmat dan keberkahan. Sementara aroma yang tidak enak bisa menjadi penyebab jauh nya malaikat dari tempat tersebut.
Tak hanya rumah, masjid pun dianjurkan untuk dijaga kebersihan dan keharumannya. Buya Yahya mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memberi perhatian khusus pada kondisi masjid, memastikan tempat ibadah selalu dalam keadaan layak dan menyenangkan.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa penggunaan dupa atau wewangian lain tetap diperbolehkan selama tidak digunakan untuk praktik syirik atau hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa larangan hanya berlaku jika tujuan penggunaannya mengarah pada hal-hal gaib atau perdukunan.
“Jangan sampai niatnya menyimpang, seperti menggunakan dupa untuk memanggil roh. Itu sudah bertentangan dengan tauhid,” tegasnya.
Dalam hal ini, Buya Yahya mengingatkan agar umat Muslim selektif dalam memilih jenis wewangian. Pastikan bahan yang digunakan tidak mengandung unsur najis atau zat terlarang agar tetap sesuai dengan syariat.
Lebih lanjut, beliau mengutip bahwa Rasulullah SAW sendiri dikenal menyukai aroma harum dan selalu memakai minyak wangi, terutama saat hendak melaksanakan salat. Ini menunjukkan bahwa wewangian bukan hanya budaya, melainkan juga bagian dari tradisi keislaman yang diajarkan langsung oleh Nabi.
Buya Yahya juga mengaitkan pentingnya tampil bersih dan wangi dengan ayat dalam Surah Al-A’raf ayat 31:
"Wahai anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap kali ke masjid."
Menurutnya, ayat ini mengandung pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan penampilan ketika berada di tempat ibadah.
Sebagai penutup, Buya Yahya mengajak umat Islam untuk memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya, terutama dalam hal kebersihan dan keharuman. Menurutnya, hal ini akan membawa ketenangan, kenyamanan, serta menghadirkan keberkahan dari Allah melalui kehadiran para malaikat.
“Mari jaga rumah kita agar selalu bersih dan harum, bukan hanya untuk kenyamanan diri dan keluarga, tetapi juga agar malaikat senang singgah dan membawa rahmat,” pesan Buya Yahya.
Dengan begitu, menjaga keharuman rumah bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga bentuk ibadah dan wujud kecintaan terhadap nilai-nilai Islam yang diajarkan Rasulullah SAW.
TAGS : Dupa Malaikat Rasulullah SAW Bukhur