KISAH

Ngaji Bareng Hantu ala Gus Dur

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Rabu, 07/05/2025
Kisah-kisah supranatural yang menyelimuti Istana Kepresidenan sudah menjadi cerita lama yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain. Namun tidak semua orang menanggapinya dengan ketegangan atau rasa takut. KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur (Foto: ANTARA)

Terasmuslim.com - Kisah-kisah supranatural yang menyelimuti Istana Kepresidenan sudah menjadi cerita lama yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain. Namun tidak semua orang menanggapinya dengan ketegangan atau rasa takut. 

Salah satu tokoh yang dikenal punya cara unik dan jenaka menyikapi hal-hal gaib adalah Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Sebagai tokoh yang dikenal penuh canda dan kebijaksanaan, Gus Dur punya cara tersendiri untuk menghadapi kehadiran makhluk halus di lingkungan Istana. Bukan dengan pengusiran atau ritual khusus, ia justru memilih pendekatan persuasif, yakni komunikasi.

Salah satu kejadian menarik terjadi saat digelarnya pengajian di halaman Istana Merdeka. Di tengah lantunan doa dan ayat-ayat suci, tiba-tiba sebuah pohon beringin di halaman depan mengeluarkan asap putih misterius. Situasi pun menjadi mencekam. Beberapa jemaah mulai merasa gelisah, bahkan ada yang terlihat ketakutan.

Baca juga :

Namun, Gus Dur tetap tenang menghadapi fenomena tak biasa itu. Dengan wajah santai, ia menyampaikan, “Tenang saja, itu cuma tanda kalau mereka juga ingin ikut ngaji.” Ucapan tersebut sontak meredakan ketegangan dan mengundang senyum dari para hadirin.

Kisah ini diangkat kembali dalam sebuah video di kanal YouTube @SPORTS_30626 yang tayang pada Senin (5/5/2025). Cerita ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menggambarkan sisi spiritual dan filosofi hidup Gus Dur yang khas melihat segala hal dengan penuh keterbukaan dan kedamaian, termasuk urusan dengan makhluk yang tak terlihat.

Menurut keluarga dekatnya, Gus Dur memang meyakini keberadaan makhluk halus di kawasan Istana. Namun, ia tak pernah memperlakukannya sebagai gangguan. “Saya tahu kamu ada. Tapi jangan ganggu. Kita hidup berdampingan,” begitu kira-kira kalimat yang pernah diucapkan.

Pendekatan Gus Dur yang damai terhadap hal-hal gaib mencerminkan keyakinannya bahwa semua makhluk adalah ciptaan Tuhan, dan selama tidak saling mengganggu, maka tidak ada alasan untuk takut.

Kesan angker yang selama ini melekat pada Istana Merdeka pun perlahan memudar di masa kepemimpinannya. Suasana Istana terasa lebih hidup dan bersahabat. Masyarakat, ulama, tokoh-tokoh dari berbagai kalangan, hingga mahasiswa pun kerap diundang masuk dan berdialog langsung dengan presiden. Hal ini membuat aura angker berganti menjadi suasana yang lebih terbuka dan manusiawi.

Bahkan, staf yang sebelumnya enggan bekerja lembur atau bermalam di Istana mulai merasa lebih nyaman. Mereka mengaku kehadiran Gus Dur membawa nuansa yang berbeda, penuh humor, kehangatan, dan kehadiran manusia yang lebih kuat daripada bayang-bayang mistis.

Menariknya, beberapa pegawai mulai mengikuti jejak Gus Dur. Mereka tak lagi menabur garam atau mengadakan ritual tertentu. Cukup dengan menyapa, bahkan kadang bercanda dengan "penghuni tak terlihat", layaknya tamu yang kebetulan lewat.

Cerita tentang Gus Dur yang mengajak hantu untuk ikut pengajian kini hidup sebagai legenda penuh makna. Ia bukan sekadar kisah lucu, tapi juga simbol bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan rasa aman bahkan dalam situasi yang dianggap menakutkan oleh banyak orang.

Gus Dur menunjukkan bahwa menghadapi hal-hal yang tidak kita pahami tidak selalu harus dengan ketakutan. Terkadang, cukup dengan sikap tenang, akal sehat, dan sejumput iman, segalanya menjadi lebih ringan.

 

TAGS : Gus Dur Hantu Istana Merdeka Kisah Mistis

Terkini