
Ilustrasi umrah haji naik pesawat
Terasmuslim.com - Perjalanan udara menuju Arab Saudi untuk umrah atau haji biasanya memakan waktu 9–12 jam dari Indonesia, tergantung rute dan maskapai. Durasi panjang ini dapat membuat tubuh lelah, terlebih bagi jemaah lansia atau yang belum terbiasa naik pesawat lama. Oleh karena itu, menjaga kenyamanan selama penerbangan sangat penting agar tiba di Tanah Suci dalam kondisi fit dan siap beribadah.
Berikut ini tips-tips penting agar perjalanan udara Anda lebih nyaman dan menyenangkan:
Pilih pakaian berbahan katun atau kaos yang menyerap keringat. Hindari pakaian ketat karena akan membuat gerah dan tidak nyaman saat duduk lama. Untuk pria yang sudah berniat umrah dari tanah air, gunakan kain ihram dengan rapi dan pastikan tidak menyulitkan saat duduk atau berjalan di bandara.
Suhu di dalam kabin pesawat cukup dingin. Membawa kaos kaki, syal, dan jaket tipis bisa membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama untuk yang mudah masuk angin atau lansia.
Bantal leher membantu menopang kepala saat tidur sehingga tidak pegal, terutama saat tidur duduk. Penutup mata dan penutup telinga juga berguna agar bisa istirahat maksimal meskipun lampu kabin menyala.
Kondisi kabin membuat tubuh cepat dehidrasi. Minumlah air putih setiap 1–2 jam sekali dan hindari minuman berkafein atau bersoda yang bisa membuat tubuh makin kering dan memicu mual.
Jika mudah bolak-balik ke toilet, pilih kursi dekat lorong (aisle seat). Jika ingin lebih tenang dan bisa melihat ke luar, pilih kursi dekat jendela. Untuk jemaah lansia, sebaiknya minta kursi dekat toilet atau bagian depan.
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan kaki bengkak atau pegal. Lakukan gerakan ringan seperti menggerakkan pergelangan kaki, berdiri sebentar, atau berjalan ke lorong pesawat tiap 2–3 jam.
Jangan lupa membawa obat pribadi, terutama bagi penderita hipertensi, diabetes, atau maag. Bawa juga masker dan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan diri dan mencegah tertular penyakit di ruang tertutup.
Perjalanan panjang bisa diisi dengan zikir, membaca shalawat, atau doa-doa safar. Selain menenangkan hati, ini juga menjadi cara terbaik untuk mengawali perjalanan ibadah.
Maskapai biasanya menyediakan makanan utama, tapi tidak selalu sesuai selera atau waktu makan Anda. Membawa biskuit, buah kering, atau roti tawar bisa jadi solusi jika merasa lapar di luar jadwal makan.
Perjalanan udara saat umrah dan haji adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Dengan persiapan fisik, peralatan sederhana, dan manajemen waktu istirahat yang baik, Anda bisa menjalani perjalanan dengan lebih nyaman dan penuh semangat spiritual.