
Ibadah haji di Mekah, Arab Saudi (Foto: Dok. Ditjen PHU)
Terasmuslim.com - Haji dan umrah adalah dua bentuk ibadah yang sangat dimuliakan dalam Islam. Kedua ibadah ini bukan hanya menyimbolkan perjalanan fisik ke Tanah Suci, tetapi lebih dari itu: ia adalah perjalanan spiritual menuju pengampunan, pembaruan iman, dan kedekatan dengan Allah SWT. Dalam berbagai ayat Al-Qur`an dan hadis, Allah SWT memberikan sejumlah janji mulia bagi siapa saja yang menunaikannya dengan ikhlas dan sesuai syariat.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menunaikan haji lalu tidak rafats (berkata kotor) dan tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali (bersih dari dosanya) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Janji ini menunjukkan bahwa haji yang mabrur akan menghapus dosa-dosa besar maupun kecil, menjadikan pelakunya seperti bayi yang baru lahir—tanpa dosa.
Rasulullah SAW juga menyampaikan:
"Haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya kecuali surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Haji yang diterima Allah (mabrur) adalah haji yang dilakukan dengan niat yang tulus, mengikuti tuntunan Rasulullah, dan setelahnya menghasilkan perubahan akhlak ke arah yang lebih baik.
Rasulullah SAW bersabda:
"Antara umrah yang satu dengan umrah berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa umrah bukan ibadah yang ringan. Ia adalah kesempatan pembersihan diri yang agung jika dilakukan dengan keikhlasan dan kesungguhan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang-orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab panggilan-Nya. Mereka meminta kepada-Nya, maka Dia pun akan memberi."
(HR. Ibnu Majah dan dinilai hasan oleh al-Albani)
Artinya, selama berada di Tanah Suci, doa-doa mereka lebih mustajab dan keberkahan lebih dekat, karena mereka berada dalam kemuliaan sebagai tamu langsung Allah.
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda:
"Iringilah antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat dari besi."
(HR. Tirmidzi)
Ibadah haji dan umrah yang tulus akan membawa keberkahan rezeki dan kehidupan yang lebih bersih dari dosa, sebagaimana logam yang dibersihkan dari karat.
Janji Allah kepada mereka yang melaksanakan haji dan umrah dengan ikhlas sangatlah besar: mulai dari pengampunan dosa, jaminan surga, rezeki yang berkah, hingga kemuliaan menjadi tamu Allah langsung. Namun, semua itu hanya berlaku jika ibadah tersebut dilakukan dengan kesungguhan hati, mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, serta membawa perubahan positif dalam akhlak dan ketakwaan.