
Paus Fransiskus bertemu (kiri) memeluk Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed Mohamed el-Tayeb di Vatikan (Foto: Handout)
Terasmuslim.com - Di suatu pagi yang tenang di Vatikan, kabar duka menyelimuti dunia. Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma yang dikenal luas karena perjuangannya akan perdamaian lintas agama, berpulang ke hadirat Tuhan. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 88 tahun, tepat pukul 07.35 waktu setempat, di kediamannya yang sederhana.
Tak butuh waktu lama, kabar ini menyebar ke berbagai penjuru dunia, menimbulkan gelombang kesedihan, termasuk dari Indonesia. Salah satu yang menyampaikan belasungkawa adalah Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. Lewat sambungan telepon dari Jakarta, suaranya terdengar bergetar saat mengungkapkan kesan mendalam tentang sosok Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus bukan hanya dikenal di lingkungan umat Kristiani, namun juga sangat dihormati oleh berbagai tokoh Islam. Ia membangun hubungan yang hangat dengan Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed el-Tayeb, dua figur besar lintas agama yang sering tampil bersama menyuarakan pentingnya perdamaian dunia.
Bahkan, hubungan Paus dengan tokoh-tokoh Islam dari Indonesia, seperti dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menjadi bukti betapa terbukanya hati beliau terhadap dialog antariman. Dalam setiap pertemuan, kehangatan dan rasa hormat selalu mengalir, tanpa sekat perbedaan.
Dalam pesan perpisahannya, Kardinal Kevin Farrell dari Vatikan menyampaikan bahwa hidup Paus Fransiskus adalah persembahan tanpa henti untuk Tuhan dan sesama manusia. "Beliau mengajarkan kita untuk hidup dalam nilai-nilai Injil: iman, keberanian, dan cinta kasih, terutama untuk yang miskin dan tersisihkan," katanya.
Kini dunia mengenang Paus Fransiskus bukan sekadar sebagai pemimpin agama, tetapi sebagai sahabat bagi semua umat manusia seorang yang menorehkan jejak cinta dan perdamaian di tengah dunia yang kerap penuh perpecahan.