KEISLAMAN

Dosa Istri yang Paling Dibenci Allah SWT

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Kamis, 24/04/2025
Perilaku seorang istri yang disebut sebagai salah satu dosa besar dan sangat dibenci oleh Allah SWT, yaitu ketika ia berlaku nusyuz atau durhaka terhadap suaminya. Ilustrasi (Foto: hijabid)

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dijaga dengan saling menghormati dan memenuhi hak serta kewajiban masing-masing pasangan. Namun, ada perilaku seorang istri yang disebut sebagai salah satu dosa besar dan sangat dibenci oleh Allah SWT, yaitu ketika ia berlaku nusyuz atau durhaka terhadap suaminya.

Nusyuz adalah sikap membangkang, menolak, atau tidak menaati suami dalam hal-hal yang dibenarkan oleh syariat. Dalam Al-Qur`an surat An-Nisa ayat 34, Allah SWT menjelaskan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, dan mereka memiliki tanggung jawab serta kedudukan dalam rumah tangga. Ketika istri tidak menghormati atau mengabaikan peran itu tanpa alasan syar’i, maka ia telah melakukan dosa besar.

"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka, pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak menyakitkan). Tetapi jika mereka menaati kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. An-Nisa: 34)

Nusyuz tidak hanya terlihat dari penolakan atas perintah suami, tetapi juga bisa berupa sikap kasar, meremehkan, menyebarkan aib suami, hingga tidak menjaga kehormatan diri saat suami tidak ada. Rasulullah SAW dalam banyak hadis juga memperingatkan para istri agar tidak meremehkan peran mereka dalam membina rumah tangga.

Baca juga :

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku melihat neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." Lalu para sahabat bertanya, `Mengapa wahai Rasulullah?` Beliau menjawab, `Karena mereka banyak mengingkari (kebaikan) suami mereka.`” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ulama menegaskan bahwa istri yang menuntut hak namun lalai dalam menunaikan kewajibannya, termasuk dalam kategori yang dibenci Allah. Rumah tangga yang diberkahi adalah rumah tangga yang dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling menuntut. Komunikasi yang baik, akhlak yang mulia, serta saling memahami adalah fondasi utamanya.

Namun demikian, ini bukan berarti Islam membenarkan kekerasan rumah tangga atau membungkam hak-hak perempuan. Justru Islam menyeimbangkan antara hak dan kewajiban dengan menempatkan keadilan dan kasih sayang di atas segalanya.

Menjadi istri yang shalihah bukan berarti menjadi sosok yang pasif, tetapi justru menjadi pribadi yang aktif menjaga cinta, kepercayaan, dan keharmonisan rumah tangga. Sebab, ridha Allah sangat bergantung pada ridha suami, sebagaimana sabda Nabi:

"Seandainya aku diperbolehkan menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas istri." (HR. Tirmidzi)

Dengan memahami ini, semoga para istri mampu menjaga kehormatan rumah tangga dan menjauh dari perilaku nusyuz yang bisa mengundang murka Allah SWT.

 

TAGS : Dosa Istri Allah SWT Suami

Terkini