KEISLAMAN

Selingkuh Saat Pacaran, Apakah Salah?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Rabu, 23/04/2025
Selingkuh saat pacaran adalah salah, bukan karena status hubungan, tetapi karena menyimpang dari akhlak Islam dan syariat. Ilustrasi pasangan artis Indonesia Paula Verhoeven dan Baim Wong yangtelah resmi bercerai (Foto: kompas)

Terasmuslim.com - Ramai pemberitaan perceraian artis Baim Wong dan Paula Verhoeven menyita perhatian publik. Salah satu alasan perceraian yang dikabulkan pengadilan adalah karena adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan pihak istri. Isu ini kembali menyulut diskusi di masyarakat, terutama di kalangan anak muda: apakah selingkuh saat pacaran itu salah, jika belum terikat pernikahan?

Banyak orang keliru menafsirkan bahwa selingkuh hanya menjadi masalah serius jika terjadi dalam pernikahan. Padahal dalam pandangan Islam, kesetiaan dan tanggung jawab moral tidak ditentukan oleh status hubungan, tapi oleh akhlak dan batas syariat.

Dalam Islam, pacaran dalam bentuk hubungan bebas, romantis, atau berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah bukanlah praktik yang dianjurkan. Bahkan, mendekati zina pun sudah dilarang tegas dalam Al-Qur`an:

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra: 32)

Baca juga :

Jadi, perselingkuhan dalam pacaran bukan hanya soal menghianati pasangan secara emosional, tapi juga menunjukkan bahwa hubungan tersebut sudah berada dalam kondisi yang tidak sesuai syariat sejak awal.

Kesalahan umum lainnya adalah menganggap kesetiaan hanya wajib dijaga setelah menikah. Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi nilai amanah dan iffah (menjaga kehormatan diri) bahkan sebelum menikah. Jika seseorang sudah tidak setia saat masih pacaran, maka itu menjadi indikasi lemahnya tanggung jawab moral dan spiritual.

Sebagian orang bahkan berdalih, "Toh kami belum menikah, jadi tidak ada yang dilanggar." Ini jelas keliru. Islam tidak memandang "status hubungan" sebagai dasar halal-haram, melainkan perilaku dan batasan syariat. Hubungan yang dilakukan tanpa akad, apalagi diselingi dengan pengkhianatan, adalah dua kali pelanggaran.

Fenomena pacaran yang diselingi pengkhianatan juga bisa meninggalkan luka psikologis dan membuat seseorang trauma terhadap komitmen. Lebih dari itu, niat suci untuk menikah bisa rusak karena dibumbui perilaku yang tidak sesuai nilai Islam.

Jika ingin membangun rumah tangga yang kokoh, Islam menawarkan jalur ta’aruf yang berlandaskan kejujuran, penghormatan, dan keterbukaan. Di sinilah konsep membangun cinta dalam kerangka ibadah dan ridha Allah menjadi kunci.

 

TAGS : Selingkuh Pacaran Islam Al-Qur`an

Terkini