
Ilustrasi (Foto: Istockphoto)
Terasmuslim.com - Di antara bacaan dalam sholat yang sering terlupakan maknanya, doa iftitah menyimpan pesan yang sangat menyentuh. Meski kerap dibaca cepat dan tanpa renungan, doa pembuka ini sejatinya bisa menggugah hati hingga membuat air mata menetes, jika benar-benar dipahami.
Ulama dan penceramah muda, dalam sebuah kajian yang tayang di kanal YouTube @HasanahIslamOfficial pada Minggu (13/04/2025), menyampaikan bahwa doa iftitah bukan sekadar bacaan formal. Ia adalah pengakuan terdalam seorang hamba atas segala kekhilafan dan permohonan ampunan dari Sang Pencipta.
“Kalau seseorang benar-benar paham arti doa iftitah, bukan tidak mungkin ia akan menangis saat membacanya dalam sholat,” ujarnya penuh haru.
Doa ini mencerminkan sikap tunduk dan penyesalan seorang hamba. Di dalamnya terkandung permohonan agar dosa-dosa dihapuskan, kesalahan dimaafkan, dan agar bisa mengakhiri hidup dalam keadaan terbaik, husnul khatimah.
“Bayangkan kalau ini jadi sholat terakhir kita. Kita minta dengan sepenuh hati agar diampuni, disucikan seperti pakaian kotor yang dibersihkan dengan air jernih dan dingin,” tuturnya lagi.
Doa iftitah memang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah dalam sholat. Hukumnya sunnah, tapi memiliki kedalaman makna yang luar biasa.
Salah satu versi panjang doa iftitah berbunyi:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Artinya: “Allah Maha Besar sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dalam kepasrahan, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik.”
Ada pula versi singkat:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Bacaan ini tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah, tapi juga menyampaikan totalitas penghambaan. Sebelum meminta apa pun, seorang hamba terlebih dahulu memuliakan Rabb-nya.
Menurut para ulama, doa ini menjadi pembuka jalan bagi doa-doa berikutnya agar lebih mudah dikabulkan. Pujian di awal menjadi bentuk adab yang menunjukkan kesungguhan dalam bermunajat.
Selain itu, membacanya dengan penuh penghayatan menjadikan sholat lebih khusyuk. Seseorang akan merasa benar-benar sedang berdiri di hadapan Tuhannya, dalam kondisi paling jujur dan lemah.
Karena itu, penting bagi umat Islam untuk tidak hanya menghafal doa iftitah, tapi juga menyelami maknanya. Jangan sampai doa yang seharusnya menyentuh hati, hanya menjadi rutinitas tanpa ruh.
“Kalau kita sadar bahwa ini bisa jadi sujud terakhir kita… bagaimana mungkin hati tidak bergetar?” pungkasnya.
Sholat bukan hanya tentang gerakan, tapi juga tentang menghadirkan hati. Dan doa iftitah adalah gerbang awal untuk masuk ke dalam kedalaman spiritual itu.
TAGS : Doa Iftitah Makna Sholat Bacaan