
Ilustrasi salat Idul Adha (Foto:artikula)
Terasmuslim.com - Pelaksanaan salat Idul Adha memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan salat Jumat maupun salat fardu lima waktu. Salah satu peran penting dalam kelancaran ibadah berjemaah ini dipegang oleh seorang Bilal atau muraqqi.
Berbeda dengan salat Jumat yang diawali dengan azan, salat Idul Adha tidak mengenal azan maupun iqamah. Sebagai gantinya, Bilal bertugas mengomandoi jemaah dengan seruan khusus untuk memulai salat, serta memandu jalannya transisi menuju khotbah.
Berikut ini panduan lengkap bacaan Bilal saat salat Idul Adha sesuai tuntunan fikih.
1. Ketika imam datang dan siap memulai salat Id, bilal segera mengumandangkan seruan (tarqiyyah):
الصَّلَاةَ جَامِعَةً
As-shalāta(u) jāmi`ah.
Artinya: "(Marilah) salat Idul Adha berjamaah."
Kemudian bilal melanjutkan dengan bacaan berikut:
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Ash-shalaatu sunnatan li`iidil adhaa rak`ataini shalaatan jaami`atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li`iidil adhaa rak`ataini shalaatan jaami`atan rahimakumullaah.
Ash-shalaatu sunnatan li`iidil adhaa laa ilaaha illallaah.
Artinya: "(Marilah kita) salat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kalian semua. (Marilah kita) salat sunnah Idul Adha berjamaah. Tiada tuhan selain Allah."
2. Bacaan Bilal Idul Adha setelah Salat Id
Setelah salat Idul Adha selesai dengan diakhiri salam, bilal bisa melanjutkan bacaan berikut:
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله
Ma`aasyiral muslimina wa zumratal mu`miniina rahimakumullaah, i`lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu `iidil adha wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri, ahalallahu lakum fiihith tha`aama wa harrama `alaikumush shiyaama, idzaa sha`idal khatiibu `alal minbari anshituu atsaabakumullaahu, wasma`uu ajaarakumullaahu, wa athii`u rahimakumullaah.
Artinya: "Wahai sekalian kaum muslimin dan golongan kaum mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah hari Idul Adha, hari bahagia, dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian."
3. Bacaan Bilal Idul Adha sebelum Khutbah Hari Raya
Idul Adha juga dilengkapi dengan khutbah. Sebelum khutbah dimulai, bilal akan memberi aba-aba berupa seruan. Berikut seruan penanda khutbah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ . اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ، رَبِّ إخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahumma shalli `ala sayyidina muhammad, allahumma shalli `ala sayidina wa maulaana muhammad, Allahumma shalli wa sallim `ala sayyidina wa maulana muhammad wa `ala aali sayyidina muhammad. Allahumma qawwil islam wal imaana minal muslimiin wal muslimaat wal mu`miniina wal mu`minaat al ahyaa-i minhum wal amwaat, wanshurhum `ala mu`aaniddiin, rabikhtim lanaa minka bil khair, wa ya khairan naashiriina birahmatika yaa arhamarraahimiin.
Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (laki-laki) dan muslimat (perempuan), kaum mukminin (laki-laki) dan mukminat (perempuan), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, mudahkanlah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
TAGS : Salat Idul Adha Bacaan Bilal Idul Adha